• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Komisi I DPR RI Siap Bantu Selesaikan Aset RRI di Cimanggis

22 January
16:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi I DPR RI siap membela aset Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) yang dihancurkan akibat pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok. 

"Ikut prihatin dengan adanya penghancuran aset RRI di Cimanggis. Setuju kita tergerak dan marah atas kelakuan yang terjadi. Kita mendesak agar pembangunan UIII dihentikan sementara," kata Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I DPR RI dan LPP RRI di DPR RI, Selasa (22/1/2019).

Ditegaskan Roy, marah boleh, namun tidak boleh emosi. Insya Allah kita akan bersama-sama dengan RRI dan bila perlu Komisi I DPR RI mengunjungi aset RRI di Cimanggis.

"Kalau perlu Komisi I DPR besok ke Cimanggis. Saya kira suratnya masuk 18 Januari yang bisa pimpinan kita berangkat besok," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP Lena Marliana mengatakan Komisi I DPR harus memberikan kepedulian kepada RRI. Dan Komisi I DPR RI harus konsen terhadap penghancuran aset RRI.

"Kita terhenyak dan prihatin aset RRI yang dihancurkan itu," terangnya.

Dirut LPP RRI M. Rohanuddin mengatakan RRI telah memberikan 142 hektar tanah Cimanggis melalui proses berita acara serah terima (Proses BAST). Namun demikian Kemenag telah melakukan pembangunan UIII sementara. 

"Pemerintah sama sekali belum merealisasikan pemancar RRI hingga kini," kata Rohanuddin.

Perkembangan terkini Cimanggis dan RRI menyampaikan ke Menteri Agama dan tebusannya ke Menkominfo. Catatannya adalah pemerintah segera menyiapkan lahan dan RRI tetap berdampingan dengan UIII.  Kemenag dan koordinator Proyek pembangunan.

"Atas pengrusakan tersebut RRI meminta agar pembangunan dihentikan sementara," tuturnya.

Tindak lanjut BAST pihak DJKN menyediakan lokasi 4 diantaranya adalah Citayam, Balaraja, Cibening dan Kabupaten Bogor.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00