• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menhan : Ingatkan Aparat Pemerintah Waspadai Perkembangan Situasi Jelang Pemilu

21 January
13:58 2019
1 Votes (5)

KBRN, Palembang : Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan agar aparat pemerintah agar mewaspadai perkembangan situasi menjelang pesta demokrasi Pemilu 2019.

"Tahun 2019 dikatakan sebagai tahun politik karena rakyat Indonesia pada tahun ini akan melaksanakan pesta demokrasi. Sebagai aparat pemerintah, kita perlu terus mengamati berbagai perkembangan situasi denganseksama.

Apabila tidak kita waspadai bersama akan dapat mengimbas serta mempengaruhi stabilitas keamanan nasional," ucap Menhan dalam pengarahannya kepada Komandan Satuan Wilayah Sumsel dan pejabat provinsi Sumsel, di Griya Agung, Palembang,dalam keterangan yang diterima RRI,  Senin,  (21/9/2019).

Menurut Ryamizard, sudah banyak bermunculan serangan-serangan abstrak yang menggangu kondisi mental dan psikologis masyarakat.

"Rakyat akan dijejali dengan berita-berita palsu atau hoaks yang dikemas sedemikian rupa," ucapnya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menyebutkan pesta demokrasi yang digelar lima tahunan di Indonesia, baik Pilkada maupun Pilpres sering kali menimbulkan perpecahan dan tidak rukunnya masyarakat.

"Sangat rugi besar kita kalau seperti itu. Karena modal besar bangsa kita ini adalah persatuan dan kerukunan. Sekali lagi, jangan sampai kita ini terpecah-pecah karena pilihan Presiden dan Legislatif yang berbeda," paparnya.

Ryamizard pun mempersilakan rakyat untuk memilih pemilih pemimpin yang baik. Kalau perlu, bagi masyarakat Islam melakukan Shalat Istikharah, sehingga didapatkan pemimpin yang amanah dan mampu bekerja dengan baik demi kepentingan rakyat.

"Silakan bapak-ibu pilih pemimpin nasional, pilih yang paling baik, pilih yang terbaik. Setelah itu, semua harus rukun kembali. Karena setiap lima tahun sekali akan ada pesta demokrasi," ungkapnya.

Dia mengatakan Indonesia sebagai negara besar dipandang oleh negara-negara lain sebagai sebuah negara yang patut dijadikan contoh karena perbedaan.

Grand Syekh dari Al Azhar dan beberapa Imam besar yang hadir dalam acara Forum Internasional di Lombok beberapa waktu lalu, ucap Ryamizard , mengangumi kerukunan dan ukhuwah masyarakat Indonesia.

"Jadi sangat keliru sekali kalau kita tidak memanfaatkan ini sebagai sebuah kekuatan, sebuah potensi dalam memajukan negara yang kita cintai ini.

Jangan sampai kita justru dari luar dikagumi, dari luar dijadikan contoh, tapi di dalam kita menjadi retak gara-gara urusan pilkada, urusan pilgub, dan pilpres," pungkasnya. (rel)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00