• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

51 Tenaga Kerja Asing Asal China Dideportasi dari Aceh

19 January
23:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : 51 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok dideportasi dari Provinsi Aceh, Indonesia, karena tidak memiliki dokumen lengkap. Bahkan satu diantaranya tenaga kerja asing ilegal.

Kasus ini terungkap setelah Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh melakukan sidak di tempat mereka bekerja yang berada di PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd yang lokasinya berada di PT Lafarge Cemen Indonesia (LCI) di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakermobduk Aceh, Putut Rananggono kepada RRI, Sabtu (19/1/2019) mengatakan, para pekerja asing tersebut menyalahi aturan izin bekerja. Sebelumnya tenaga kerja asing itu telah diingatkan, namun mereka tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Menurut Putut, perusahaan PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd  tempat 51 tenaga kerja asing itu bekerja, telah ada di Aceh sejak tahun 2009.  

“Itu dari tahun 2009, tapi orang-orangnya setiap tahun berganti-ganti terus, kebetulan mereka kedapatan ada kekurangan administrasi, makanya kita deportasi terus,” tegasnya.

Putut menyebutkan, 51 tenaga kerja asing itu telah dideportasi melalui bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar pada Sabtu (19/1/2019) sore.  

“Jadi yang 49 sudah berangkat tadi naik pesawat Lion yang jam 16.00 WIB lewat itu, saya tadi juga di bandara. Sementara yang dua lagi sudah berangkat kemarin (Jumat). Mereka tujuannya ke Jakarta ke perusahaan induknya,” kata Putut.

Sementara itu, PT Lafarge Cement Indonesia (LCI), Lhoknga, Aceh Besar memastikan, 51 pekerja asing yang bermasalah dengan izin kerja bukanlah karyawan di perusahaanya.

Humas PT Lafarge Cement Indonesia Aceh Besar , Faraby Azwany mengatakan, sesuai kontrak, PT. Shandong Licun tempat 51 tenaga kerja asing itu bekerja ditunjuk oleh PT Lafarge Cement Indonesia sebagai penyedia daya listrik di perusahaan semen itu.

Dia menegaskan, jika terdapat kesalahan  izin kerja, maka hal itu merupakan tanggung jawab PT Shandong Licun. Pihaknya juga telah meminta perusahaan rekanan tersebut untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Mereka itu adalah kontraktor dari pihak ke tiga. Jadi hal tersebut adalah tanggung jawab izin kerja adalah tanggung jawab PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd. Jadi kami perusahaan akan memastikan perusahaan tersebut harus segera merevisi izin kerjanya dengan bekerja sama dengan dinas terkait atau pemangku kepentingan,” kata Faraby.

51 pekerja asal Tiongkok itu tidak memiliki izin kerja sebagaimana yang disebutkan dalam Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).  Berdasarkan temuan Disnaker Aceh saat sidak pada 15 Januari lalu, para pekerja asing tersebut bekerja di bidang pertambangan sementara berdasarkan dokumen perizinan, mereka hanya diizinkan untuk bekerja  di bidang kontruksi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00