• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menteri PPPA : Belum Ada Perhatian Secara Baik Kepada Lansia dan Kaum Difabel

19 January
21:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Nabire : Indikator yang menentukan suatu negara dianggap maju adalah memiliki empat perhatiannya yaitu kepada perempuan, anak, lansia dan kaum disabilitas.

Hal itu di ungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI  prof. Dr Suasana Yohana Yembise, DIP. APLING, MA dalam dialog bersama RRI, di studio Pro1 LPP RRI Nabire sabtu, (19/1/2019) sore.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak saat ini sudah menjalankan program yang mendukung there ends atau tiga akhiri. Yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan perempuan dan anak, dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan serta diskrimnasi lainnya terhadap kaum perempuan,"ujarnya.

Sementara itu dijelaskannya, undang-undang yang mengatur tentang kaum disabiltas dan kaum lansia sudah ada.

"Saat ini lansia belum diperhatikan secara penuh oleh karena itu pihaknya telah meluncurkan sebuah program yakni Gerakan Sayang Lansia (GSL) yang di laksanakan bersama-sama dengan hari internasional lansia di pusatkan di TMII Jakarta, 8 desember 2018, dan dihadiri sekitar 5000 lansia," tegas Menteri Yohana.

Gerakan Sayang Lansia  (GSL) bertujuan agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan para lanjut usia (lansia) di tanah air. Selain itu, gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar tak lagi terjadi peristiwa kekerasan terhadap para lansia di indonesia. 

Program kementerian PPPA tentang gerakan lansia ini menurut Yohana Yembise dapat dilaksanakan di daerah-daerah di seluruh indonesia bahkan dapat dijadikan klub lansia sehingga mendapatkan perhatian serius pemerintah setempat.

Menteri yohana menyadari bahwa kementerian PPPA masih kurang memberikan perhatian lebih kepada para lansia. Untuk itu, dengan dicanangkan Gerakan Sayangi Lansia (GSL) nantinya akan banyak program untuk para lansia. Sudah saatnya para lansia menikmati hidup di masa tuanya.

Ia mengurai sudah saatnya para orang tua diajak ke taman-taman, ke pantai, bioskop dan sebagainya, walapun memakai kursi roda. Karena yang terpenting para lansia harus menikmati hidup mereka.

Disisi yang lain, menteri Yohana Yambise juga mengakui kementeriannya belum banyak memperjuangkan kebutuhan maupun program yang diperlukan oleh para penyandang difabel. Pihaknya belum banyak menjangkau program-program secara langsung kepada kaum disabilitas dan itu menjadi perhatiannya ke depannya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00