• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Bola

Karo Penmas Divhumas Polri: Minggu depan Ada Nama Besar Jadi Tersangka Mafia Bola

18 January
17:11 2019
2 Votes (3.5)

KBRN Jakarta : Satgas Anti Mafia Bola memberikan sinyal akan ada nama besar, pasca kongres PSSI yang segera diumumkan terkait pengaturan skor (match fixing).

Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat berdialog bersama Radio Republik Indonesia dalam program acara Dinamika Olahraga RRI di Studio Programa 3 RRI, Jakarta.

“Minggu depan segera kami umumkan nama besar yang tersangkut pengaturan skor, pasca kongres PSSI. Kita tetap mendukung Kongres PSSI yang akan berlangung di Bali, tanggal 20 Januari,” ungkap Dedi Prasetyo, saat ditanya, apakah ada nama besar yang akan dijadikan tersangka dalam kasus pengaturan skor disepakbola Indonesia.

“Pokoknya setelah tanggal 20 Januari, setelah Kongres PSSI, tunggu saja,” tegas Karopenmas, Jumat (18/1/2019). 

Informasi terakhir bahwa pihak kepolisian sudah berhasil menetapkan lima tersangka terkait pengaturan skor. Mereka adalah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto, Anik Yuni Artika Sari, anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan wasit Nurul Safarid. Namun, kabar terbaru menyebutkan, Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan enam tersangka.

“Hingga saat ini sudah ada enam tersangka yang sudah ditahan oleh Satgas Anti Mafia Bola berdasarkan laporan dari saudari Lasmi, yaitu Mbah Pri, kemudian saudara P, saudari A, kemudian saudara JL, kemduain mbah putih, kemudian wasit saudara NS dan terakhir pejabat yang mengatur wasit dalam beberapa liga yaitu saudara ML,ini sudah dilakukan penahanan,” tambah Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat meng-up date tersangka pengaturan skor sepakbola tanah air bersama Radio Republik Indonesia yang dipandu Danang Sundoro.

Para tersangka ini kemudian dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00