• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Nikmatnya Sensasi Mie Bakar Bersalut Mozarella di Malang

18 January
15:55 2019
2 Votes (4.5)

KBRN, Malang: Sektor kuliner kini menjadi andalan Kota Malang untuk menarik wisatawan. Tak hanya dikenal lewat Bakso Malang, namun makanan khas dibalut kreatifitas juga menjadi andalan wisata di kota pendidikan. Salah satunya menu mie bakar yang dijual di kedai 'Mie Bakar Celaket'. 

Di kedai mie yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto gang 1 nomor 22 Kota Malang ini tak pernah sepi pembeli, khususnya pengemudi ojek online. Mereka antre membelikan pesanan makanan untuk pelanggan. 

Begitu memasuki kedai Mie Bakar Celaket, aroma mie goreng Jawa pun tercium. Pelayan di kedai tampak melayani pembeli di meja sambil membawa alat pembakar atau yang biasa disebut 'portable gas torch'. Dengan alat itu, pelayan membakar mie langsung di hadapan pengunjung. Tak hanya mie, namun keju mozarella sebagai pelengkap atau topping juga dibakar bersamaan dengan mie goreng Jawa.

Alamanda Bunga, salah satu pengunjung Mie Bakar Celaket menilai, meski mie goreng Jawa dikombinasikan dengan keju dan daging asap, ternyata rasanya enak. "Saya baru dua kali berkunjung ke kedai ini. Awalnya mengira rasanya akan 'enek', karena mie goreng dicampur keju dan daging. Tetapi ternyata rasanya enak," kata Alamanda, Jumat (18/1/2019).

Selain rasanya enak, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini menilai, harga mie bakar juga cukup terjangkau. Sesuai dengan kantong mahasiswa di Malang. Harga mie di kedai tersebut dibanderol mulai Rp 17 ribu hingga Rp 30 ribu. "Harganya sepadan dengan rasanya," tutur Manda yang saat itu datang bersama kembarannya Azalea Bunga.

Menu mie bakar yang kini digemari warga Malang ternyata berawal dari 'kecelakaan memasak' yang dialami pemilik kedai, Atok Isminarto. Pada RRI, Atok mengungkapkan bahwa sebelumnya, kedai Mie Bakar Celaket  merupakan mini cafe yang salah satu menunya menjual mie. "Kemudian ketika banyak pesanan, saya sempat grogi mungkin ya, jadi ada mie di atas wajan tumpah ke kompor," ungkap Atok.

"Kemudian mie itu saya sisihkan. Setelah melayani pelanggan dan ada waktu luang, saya kok merasa jika mie itu sayang kalau dibuang, jadi saya coba makan. Ternyata mie yang terkena api menurut saya enak, dari situ saya coba berimporvisasi. Saya coba bikin mie bakar," imbuhnya.

Kreasi mie bakar di kedai yang beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB ini, ternyata mendapat sambutan positif dari pecinta kuliner. Tak hanya keju mozarella, toppping atau taburan mie yang ditawarkan juga bervariasi. Diantaranya mie bakar daging asap, bratwurst sosis, bakso sapi, seafood. Level pedasnya pun juga bisa dipesan sesuai selera. 

"Saya meyakini, bumbu rempah ketika bercampur dengan bakmi Jawa, kemudian dibakar akan menghasilkan aroma smokey atau gosong. Rasanya tidak pahit, tetapi jatuhnya gurih-gurih gimana gitu. Nah, sensasi itu yang coba saya tawarkan," kata dia.

Keyakinan Atok menawarkan sensasi mie Jawa yang dibakar terbukti. Kini, sedikitnya 35 hingga 45 kilogram atau setara dengan 400 porsi mie bakar ludes terjual setiap harinya. Apalagi keberadaan fasilitas ojek online juga turut membantu mendongkrak penjualan mie bakar.

"Alhamduillah dalam perjalannya, Mie Bakar Celaket pada 2,5 tahun yang lalu terjual sekitar 2 kilogram atau setara dengan 20 porsi per hari. Tetapi bertepatan dengan momentum adanya fasilitas ojek online, penjualan meningkat. Sekarang per hari bisa menghabiskan sekitar 40 kilogram mie," tandas Atok. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00