• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

10 Orang Anggota Kelompok Sweeping, Bikin Resah Masyarakat Solo Dibekuk Polisi

12 January
21:51 2019
1 Votes (5)

KBRN, Surakarta : Sekelompok orang yang akan melakukan sweeping yang selama ini meresahkan masyarakat ditangkap Jajaran Polresta Surakarta bersama Sat Brimob Polda Jateng, Sabtu (12/1) malam.

Kelompok tersebut beranggotakan 10 orang, dua di antaranya dilumpuhkan dengan timas panas, karena melawan petugas. Dari 10 orang tersebut beberapa di antaranya warga Solo dan juga warga dari luar Solo.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam yang dibawa oleh para pelaku. Di antaranya belasan senjata tajam berupa golok, pedang dan celurit, tiga busur panah termasuk senjata pistol air gun. Termasuk kayu, tongkat pemukul.

Kapolresta Surakarta, Kombespol Ribut Hari Wibowo menegaskan, penangkapan bermula dari adanya informasi masyarakat terkait adanya kelompok orang yang melakukan konvoi sepeda motor dan melakukan sweeping ke sejumlah lokasi.

Setelah melakukan penyisiran, akhirnya pada pukul 19.00 WIB para pelaku sweeping berhasil ditangkap di daerah Silir, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.

"Pada hari ini pukul 16.00 informasi masyarakat ada sekelompok orang yang berputar putar konvoi dengan sepeda motor dengan plat nomor palsu, Membawa sajam dan akan melakukan sweeping dan penyerangan kepada masyarakat. Menindak lanjuti hal tersebut kami Polresta dibeckup Sat Brimob Polda Jateng dan Direktorat Reserse Polda Jateng melakukan kegiatan penegakan hukum,” tandas Kapolres, Sabtu (12/1/2019) malam.

Dalam upaya penangkapan tersebut dua orang diantaranya berusaha untuk melawan petugas. Mereka mencoba menyabet petugas dengan senjata tajam dan satu lagi mencoba menembak menggunakan airgun.

"Kami melakukan tindakan tegas dan terukur. Satu di bagian kaki dan satu lagi di bagian pinggang. Kini dua orang tersebut sedang perawatan di rumah sakit," katanya.

Kapolres menagatakan, tidak akan tinggal diam dan melakukan tindakan tegas dengan kelompok yang meresahkan masyarakat. Negara harus hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

"Inilah wujud negara hadir memberikan perlindungan masyarakat dan memberikan rasa aman. Kami tidak akan mentolerer kegiatan kelompok yang menimbulkan keresahan masyarakat, kelompok intoleran kepada masyarakat dengan cara kekerasan," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00