• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Didukung alumni UI, Jokowi sampaikan pentingnya pengalaman memimpin birokrasi

12 January
20:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo menegaskan, untuk memimpin sebuah negara besar yang penuh tantangan, layaknya Indonesia, diperlukan pengalaman yang mumpuni. Karenanya Jokowi mengatakan, pengalamannya memimpin birokrasi mulai dari tingkat lokal hingga nasional, menjadi pelajaran berharga yang dia terapkan dalam memimpin sebuah negara. 

Ribuan peserta dari berbagai angkatan yang tergabung dalam Alumni Universitas Indonesia dan juga beberapa universitas dalam negeri, berkumpul bersama-sama di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno Jakarta pada Sabtu (12/1/2019) petang. Mereka berkumpul untuk mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. 

Mendapat dukungan dari ribuan alumni UI dan berbagai universitas lain, Jokowi yang hadir dalam moment tersebut, menceritakan pengalamannya kala maju mencalonkan diri sebagai walikota Solo, kemudian meningkat ke Gubernur DKI Jakarta, hingga akhirnya menjadi seorang Presiden. Jokowi menegaskan, untuk memimpin sebuah negara besar yang penuh tantangan, layaknya Indonesia, diperlukan pengalaman yang mumpuni. Karenanya Jokowi mengatakan, pengalamannya memimpin birokrasi mulai dari tingkat lokal hingga nasional, menjadi pelajaran berharga yang dia terapkan dalam memimpin sebuah negara.

"Kemudian dari dunia bisnis masuk ke dunia pemerintahan. Apa yang saya alami saat itu? Saya banyak terkaget-kaget, saya harus banyak belajar dan saya di awal-awal itu betul-betul pusing karena memang belum memiliki pengalaman memerintah di pemerintahan. Itu yang saya sampaikan di awal tadi, diperlukan pengalaman dalam memerintah. Apalagi sebuah negara yang besar seperti Indonesia ini. Jangan coba-coba donk." Ujar Jokowi yang langsung disambut riuh ribuan peserta. 

Bahkan, dengan tegas Jokowi mengatakan, seorang pemimpin bersama dengan seluruh elemen masyarakat harus memiliki optimisme tinggi, khususnya dalam mengelola negara sebesar Indonesia, yang penuh dengan tantangan. Jokowi mengatakan, dirinya kerap dibuat jengkel dengan sikap pesimis yang mengatakan, bahwa Indonesia akan lemah dan punah. 

"Tapi saya tahu, negara sebesar Indonesia ini tantangannya juga besar, tantangannya banyak. tapi kita tidak boleh lemah, tidak boleh takut terhadap tantangan-tantangan dan rintangan. Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis. Saya kadang jengkel dan marah untuk hal-hal seperti itu. Bagaimana negara sebesar Indonesia ini kita tidak bangun optimismenya? Sesulit apapun rintangan itu, sesulit apapun hambatan itu, kita harus bersama-sama membangun negara ini!" tegas Jokowi.  

Tak lupa, calon presiden yang diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Hanura, PSI, dan Perindo itu pun menepis kabar bohong atau hoax yang menyebut dirinya antek asing. Jokowi menegaskan secara pasti, bahwa yang diusahakan pemerintahan yang dipimpinnya adalah merebut apa yang sudah seharusnya menjadi milik negara, seperti Freeport, Blok Mahakam, dan Chevron yang resmi dikelola dan dimiliki Indonesia. (PR)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00