• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Grace Natalie: Lawan Politik Kotor

11 January
22:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie prihatin dengan proses demokrasi saat ini yang dikotori dengan cara kotor, seperti menebar kebohongan atau hoaks kepada masyarakat. Apalagi, penebar kebohongan tersebut dilakukan oleh elite politik.

"Kami prihatin dengan proses demokrasi saat ini dikotori dengan cara-cara yang kotor. Publik sekarang bingung, mana data yang benar mana yang hoaks, mana data palsu. Dan yang kami sayangkan ucapan-ucapan ini tidak keluar dari akun abal-abal, akun hantu yang tidak jelas siapa orangnya, tapi keluar dari mulut politisi yang seharusnya yang terhormat,"bebernya kepada wartawan usai menyampaikan pidato awal tahun 2019, pada Festival 11 @Bandung, di Bandung, Jumat (11/1/2019) malam.

Ia mengatakan, kondisi tersebut merupakan kemunduran pada proses demokrasi. Informasi sangat mudah di dapatkan, tetapi tidak memberikan pendidikan politik kepada publik melalui adu gagasan yang nyata serta masuk akal.

"Ucapan-ucapan kebohongan akhirnya menciptakan kebencian antar kelompok. Akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa yang jadi taruhannya,"tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, kebohongan tersebut berulang – ulang dilontarkan, sehingga akhirnya kebohongan tersebut diterima sebagai sebuah kebenaran. Sikap PSI sendiri ungkapnya, ingin demokrasi yang berkualitas dan meminta kepada para elite politik maupun kontestan Pemilu untuk tidak merusak demokrasi dengan ucapan kebohongan.

Sementara pada pidato politiknya di awal 2019, Ketua Umum PSI Grace Natalie dihadapan ratusan kader maupun caleg PSI, mengajak melawan semua kebohongan tersebut.

“Demokrasi akan bekerja maksimal ketika orang mempunyai informasi yang lengkap dan benar. Hoax, fitnah, dan politik kebohongan menghasilkan informasi yang bias, asimetris, dan menjauhkan orang dari akal sehat. Jika akal sehat menjauh, maka masa depan kita dipastikan bakal suram. Dan kita anak-anak muda yang akan jatuh menjadi korban pertama,”bebernya.

Sedangkan untuk langkah awal, PSI menurut Grace akan melakukan tur di wilayah Jawa Barat. Selain mensosialisasikan dan mengkampanyekan pasangan Jokowi-Maruf Amin, PSI juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melawan kebohongan.

“Kita akan lakukan ini keliling, yang pertama Jawa Barat dulu. Jadi masih ada waktu 3 bulan untuk mengedukasi masyarakat, membuat masyarakat tahu mana yang benar dan mana yang bohong. Kami optimis pak Jokowi bias punya kemenangan signifikan di Jawa Barat,"pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Pemkot Malang Serahkan 416 Sertifikat Tanah PTSL Milik Warga

00:00:00 / 00:00:00