• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Terbesar di Jabar, Temuan 79 Kukang Satwa Liar yang Dilindungi

11 January
21:14 2019
1 Votes (4)

KBRN, Majalengka : Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jabar, Jumat (11/1/2019) menerima hasil penyerahan barang bukti berupa 79 ekor Kukang.

Hewan primata tersebut merupakan hasil operasi penanganan peredaran atau penertiban tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi, yang dilakukan Polres Majalengka, Rabu (9/1/2019).

Kasi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jabar, Didin Syarifudin mengatakan, temuan Kukang yang terbesar pertama di Propinsi Jawa Barat ini, menjadi momentum yang baik untuk mengingatkan semua pihak, untuk segera menyerahkan satwa yang dilindungi kepada BBKSDA.

Menurutnya, satwa liar Kukang diduga beredar di berbagai propinsi terutama daerah yang menjadi transit seperti Ciayumajakuning, Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

"Habitat Kukang secara umum tidak hanya dikawasan konservasi tetapi juga menyebar ke berbagai tempat seperti kebun masyarakat, hutan rakyat, serta hutan produksi," jelasnya. 

Sementara itu dari hasil pemeriksaan Yayasan International Animal Rescue (IAR)  terhadap 76 ekor Kukang yang diamankan Polres Majalengka itu, kondisinya baik dan sehat.

Dokter Hewan Yayasan IAR , Wendi  Prameswari menyarankan agar proses   pelepasan Kukang dilakukan secepatnya minimal sepekan kedepan karena masih sangat alami atau liar.

"Setelah diperiksa kesehatannya, Kukang itu juga dipasangi chip sebagai tanda dari hasil penyitaan paling besar pertama di Jawa Barat dalam 5 tahun terakhir," jelas Winda.

Menurutnya, Kukang dikenal sebagai hewan yang lucu dan orang banyak yang tertarik untuk memelihara, selain dipercaya untuk pengobatan tradisional.

Akan tetapi Kukang tidak bisa dipelihara dirumah karena bagian dari hewan primata ini berpotensi menularkan penyakit dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya, seperti cacing yang bisa masuk melalui kulit manusia dan berkembangbiak serta penyakit jamuran.

"Dampaknya menyebabkan reaksi alergi, pembengkakan, ruam merah dan rasa kurang nyaman. Kukang adalah spesies nocturnal atau satwa yang hidup pada malam hari dengan status terancam punah," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00