• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Sekjen UK Pastikan WNI Tidak Terdampak Pasca Brexit

11 January
19:49 2019
1 Votes (4)

KBRN, Jakarta : Dalam kurun waktu dua bulan mendatang, Britania Raya akan secara resmi keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan istilah Brexit.

Sebagaimana diketahui keputusan Britania Raya itu telah dilakukan melalui voting pada 23 Juni 2016.

Tanggal 29 Maret mendatang pun disebut-sebut sebagai hari bagi Britania Raya, untuk resmi keluar dari Uni Eropa.

Ditemui di Jakarta, Sekretaris Jenderal Inggris, Simon Mcdonald mengatakan, pihaknya memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) tidak akan terdampak atas keputusan Britania Raya untuk keluar dari Uni Eropa Maret mendatang.

“Kita telah memiliki hubungan baik, misalnya saja antar orang per orang,” ujar Simon Mcdonald ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Mcdonald menambahkan, ribuan wisatawan asal Indonesia yang selama ini berkunjung ke Inggris tiap tahunnya, merupakan bukti nyata bahwa hubungan orang per orang antar dua negara telah berjalan dengan baik.

“Ada 50 ribu wisatawan Indonesia yang berkunjung setiap tahunnya ke Inggris. Dan, kami memiliki 5 ribu pelajar yang berkuliah di Inggris,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Simon Mcdonald menyatakan, Britania Raya memandang penting untuk lebih meningkatkan hubungan dengan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN pasca Brexit.

“Salah satu kunci dari ambisi Britania Raya keluar dari Uni Eropa adalah untuk terbuka dengan seluruh dunia. Dimana fokus kami dalam 45 tahun terakhir hanya pada kawasan Eropa. Di masa depan tentunya kami tidak meninggalkan Eropa, tapi kami mendorong ketebukaan kepada seluruh dunia termasuk kepada negara-negara anggota ASEAN,” ungkap Simon Mcdonald yang juga tengah menghelat “Pertemuan Tahunan” dengan 10 duta besar Inggris di ASEAN, pada 10-11 Januari di Jakarta itu.

Menurut Mcdonald, merupakan ambisi Britania Raya untuk membuka diri terhadap negara-negara lainnya, setelah 45 tahun terakhir hanya terfokus didalam kawasan Eropa.

Sementara, melansir BBC, untuk keluar dari Uni Eropa Britania Raya perlu memohon bagi “Article 50” yang merupakan “Perjanjian Lisbon”, yang memberikan dua sisi dalam dua tahun untuk menyetujui berbagai hal terkait rencana memisahkan diri.

Sedangkan, Perdana Menteri Theresa May mematuk proses tersebut pada 29 Maret 2017. Itu artinya Britania Raya dijadwalkan akan keluar pada pukul 23 malam waktu setempat pada Jumat, 29 Maret 2019.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00