• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Sarana TPA Rusak Total, Dinas Lingkungan Hidup Tarakan Andalkan Alat Berat Pinjaman

11 January
17:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Tarakan : Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan mengandalkan sarana pinjaman untuk mengatur sampah di Tempat Pembuangan Akhir TPA Hake Babu  Tarakan, lantaran semua alat berat yang dimiliki, rusak total.

 “Kami punya alat berat itu,dozer ukuran besar,dan ukuran kecil. Yang ukuran kecil ini sudah lama rusak dan belum diperbaiki. Dozer yang besar untuk meratakan (sampah),kondisinya juga sama. Ekscavator di bagian roda nya sudah lumpuh sehingga driver harus sangat berhati-hati ketika menggunakan. Begitu juga bagian bucket nya tidak bisa digunakan sehingga praktis,semuanya tidak bisa berfungsi” tutur Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tarakan  Supriyono kepada RRI Jumat (11/1/2019)

Supriyono mengakui, DLH Tarakan sangat terbantu dengan adanya dua unit ekscavator pinjaman dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Tarakan. Meski belakangan, fasilitas bantuan  ini, juga mulai menunjukkan gejala kerusakan akibat tingginya ritme pemakaian. Ditambahkan Supriyono, untuk kerusakan yang terjadi, idealnya dilakukan perbaikan menyeluruh, dan hal ini di luar jangkauan DLH Tarakan.

“Alat itu (usianya) sejak 2012 ke 2018 berarti sudah enam tahun. Enam tahun pun belum pernah diperbaiki secara menyeluruh, yang pertama karena memang anggaran nya juga terbatas. Kedua,kalau itu kita perbaiki yang cukup memakan waktu, kami juga kesulitan karena hanya alat berat itu saja satu-satunya yang digunakan. Kalau kita punya back up (alat) gitu ya, barangkali tidak apa-apa ”Imbuh nya lagi.

Solusi lainnya, telah mengajukan pembelian alat berat baru untuk tahun anggaran 2019, namun karena anggaran daerah belum membaik, permintaan tidak dipenuhi. Sebagai ganti, DLH Tarakan dijanjikan akan memperoleh alokasi dana perbaikan sarana, bernilai lebih kurang enam ratus juta rupiah.

“Sekarang (anggaran) masih berproses,masih di asistensi,nanti setelah di-sahkan mungkin kami baru mencoba untuk perbaiki (alat berat) itu” ujar Supriyono.  (RV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00