• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bantu Warga Miskin, Pemerintah Sebar 20 Juta Ayam Kampung Petelur

11 January
14:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tasikmalaya : Mentri Pertanian Amran Sulaeman panen telur ayam kampung di Kampung Sirnamanah, Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019).

Telur yang dipanen merupakan telur dari ayam kampung bantuan Presiden Jokowi yang disalurkan pada tahun 2018.

"Ini telur dari ayam kampung yang disalurkan enam bulan lalu. Alhamdulillah hasilnya mampu membantu masyarakat," kata Amran.

Mentri menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada warga miskin ini, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Ayam diberikan atas usulan masyarakat. Selain itu yang menjadi pertimbangan, ayam kampung memiliki nilai ekonomis tinggi dan mampu mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat," ujarnya.

Atas keberhasilan program ini, pada tahun 2019, pemerintah akan menambah bantuan ayam kampung bagi masyarakat miskin hingga 20 juta ekor. Sebelumnya 10 juta ekor.

"Nilainya hampir Rp. 4 triliun. Untuk Jawa Barat kami tambah 2 juta ekor untuk di 15 kota/ kabupaten. Masing- masinh keluarga miskin dapat 50 ekor," jelas Amran.

Tidak hanya ayam yang diberikan, namun pemerintah juga memberikan pendampingan bagi masyarakat hingga ayam yang diberikan bertelur.

"Kandang, pakan dan obat kami berikan," tambah Amran.

Maka dari itu Amran berharap, dengan program ini angka kemiskinan dapat terus ditekan.

"Angka kemiskinan kita saat ini menurun hingga dibawah 9 persen. Ini merupakan capaian terbaik bangsa ini," tandasnya.

Sementara itu Cicih (51) penerima bantuan ayam kampung mengatakan, dari 50 ekor ayam kampung yang dipeliharanya, Ia mampu memperoleh keuntungan hingga Rp. 50.000,- per hari.

"Satu telur saya jual Rp.1.500,-," kata Cicih.

Cicih yang sebelumnya merupakan buruh tani mengaku, saat ini penghasilannya meningkat hampir 100 persen.

"Saya berharap, bantuan ini belanjut agar masyarakat miskin mampu mandiri," harapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00