• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Negara Tidak Beri Toleransi Kepada Radikalisme

11 January
14:50 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Pemerintah mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk memiliki sikap yang sama yaitu menempatkan radikalisme sebagai musuh bersama. Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko mengatakan, tidak ada ruang toleransi untuk radikalisme di Indonesia, karena hanya akan merusak generasi muda penerus bangsa.

Masukan dari Gerakan Pemuda Ansor kepada pemerintah untuk menindak tegas kelompok radikalisme terkonsolidasi langsung mendapat apresiasi dari pemerintah Indonesia.

Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi langkah pihak-pihak yang memberi masukan positif kepada pemerintah dalam berbagai hal, termasuk diantaranya mengenai stuasi nasional dan keamanan. Untuk itu, Moeldoko mengatakan bahwa, pemerintah mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk memiliki sikap yang sama yaitu menempatkan radikalisme sebagai musuh bersama.

Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko mengatakan, tidak ada ruang toleransi untuk radikalisme di Indonesia, karena hanya akan merusak generasi muda penerus bangsa. 

"Kita tidak memberikan ruang kepada kelompok-kelompok radikal. Kita semuanya harus memiliki sikap yang sama. Jadi, akan lebih bagus lagi kalau menempatkan radikal sebagai musuh bersama. Karena negara tidak boleh memberi toleransi (kepada radikal). Begitu diberi toleransi, ama dia akan berkembang. Begitu dia berkembang, ini akan mengganggu masa depan anak-anak bangsa." tegas Moeldoko di Istana, pada Jumat (11/1/2019).  

Namun Moeldoko menyebutkan, bahwa pemerintah dan Presiden Jokowi tidak memberi tanggapan terhadap adanya kabar bahwa ada kelompok radikal yang menginduk ke salah satu pasangan calon yang akan ikut dalam pemilihan presiden 2019. Secara pribadi, Moeldoko mengingatkan, pihak manapun yang menggunakan kelompok radikal untuk kepentingan politik, maka akan serangan balik bagi mereka.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00