• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Pemkot Malang Susun Perda Pembatasan Sampah Plastik

11 January
13:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kini tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait pengurangan penggunaan plastik. Pasalnya, sampah plastik yang susah diurai menjadi penyebab menumpuknya sampah di tempat pembuangan akhir. Saat ini, Perda tersebut masih dalam tahap pengajuan pada legislatif. 

Kepala Bidang Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, sebenarnya DLH ingin menerapkan kebijakan ini di tahun 2018 melalu Peraturan Walikota (Perwal). Namun pengajuan tersebut ditolak oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

"Kita sudah mengajukan tetapi ditolak, alasannya kebijakan ini menyangkut kepentingan orang banyak., menyangkut masyarat umum dan pengusaha. Jika menggunakan Perwal, payung hukumnya tidak kuat, sehinga perlu Perda," kata Rahmat, Jumat (11/1/2019).

Perda tersebut, sambung Rahmat, merupakan revisi Perda tahun nomor 10 tahun 2010 tentang pengolahan sampah. Dalam revisi perda tersebut, salah satu poinnya mengatur tentang penggunaan kantong plastik bagi swalayan atau toko modern. 

"Sehingga swalayan modern harus menyediakan kertas, kardus atau membuat kantong permanen bagi masyarakat yang belanja. Tidak boleh menggunakan kantong plastik ketika melayani pembeli. Tetapi sementara kebijakan ini hanya untuk swalayan modern, untuk pasar tradisional masih bertahap," ujarnya.

Terkait penggunaan kantong plastik yang diklaim mudah diurai, Rahmat menilai jika hal tersebut masih belum teruji kebenarannya. Sebab belum ada penelitian yang membenarkan jka kantong plastik yang kini digunakan sejumlah swalayan modern merupakan plastik ramah lingkungan.

"Kantong plastik yang katanya mudah terurai ternyata juga tetap butuh proses terik matahari yang tajam di lapangan terbuka untuk bisa terurai. Selain itu, belum ada legalitas yang membuktikan plastik itu mudah terurai," tutur pria yang juga merupakan inisator Bank Sampah Malang (BSM) ini.

Pihaknya berharap kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik ini bisa segera diterapkan di Kota Malang. Sebab meski sempat menimbulkan pro kontra, namun kebijakan ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat agar mendukung program ramah lingkungan.

"Penyusunan dari eksekutif sudah selesai, mulai dari uji publik dan persyaratan lainnya sudah selesai, kini tinggal persetujuan legislatif. Kabarnya sudah masuk ke Propemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah). Harapannya tahun ini bisa disahkan," tandasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00