• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Ketua ARSSI Kota Depok Setuju Rumah Sakit Harus Miliki Akreditasi

10 January
16:56 2019
1 Votes (5)

KBRN, Depok : Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Seluruh Indonesia (ARSSI) Cabang Kota Depok Sjahrul Amri mengatakan akreditasi memang sesuatu yang sifatnya wajib dimiliki oleh rumah sakit. Karena menyangkut dengan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit itu sendiri.

"Jadi itu indikatornya, bukan berarti rumah sakit sudah lulus akreditasi pasti tidak terjadi. Tapi itu minimal ada semacam panduan, pedoman sehinga rumah sakit itu ada standarisasi untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien," ujar Amri kepada RRI, saat dikonfirmasi melalui telpn, Kamis (10/1/2019).

Kendala Rumah Sakit

Amri menyatakan setuju dengan penerapan kebijakan akreditasi kepada rumah sakit yang hendak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Disisi lain, Amri tidak menampik bahwa biaya untuk memperoleh akreditasi cukup mahal.

Disatu sisi, hampir 80% income rumah sakit berasal dari BPJS dengan sistem single tarif. Sebab sejak tahun 2014 sampai saat ini belum ada kenaikan atau penyesuaian tarif secara signifikan.

"Sedangkan biaya operasional rumah sakit tiap tahun naik dengan UMP, UMK yang rata-rata hampir 9-10% kenaikannya. Kami berharap pemerintah segera melakukan penyesuaian tarif ini," harap Dirut RS Bakti Yuda, Pancoranmas Depok ini.

Tunggakan BPJS

Hampir rata-rata pembayaran tagihan BPJS menunggak 1 bulan (Desember 2018) ke rumah sakit-rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Depok. Namun pemerintah telah memberikan solusi melalui Supply Chain Finance (SCF) atau dikenal dengan dana talangan dari bank.

(Baca Juga: RS Mitra Keluarga Depok Resmi Terima Pasien BPJS, RS Jantung Diagram Dapat Rekomendasi)

Tujuannya, untuk menjamin operasional rumah sakit ketika tagihan dari BPJS terlambat turun (nunggak). Informasinya, pinjaman ke SCF memiliki bunga dibawah 1% atau lebih rendah dari dendan (menunggak) BPJS.

"RS Bakti Yuda sudah ngambil dana dari SCF, cuman kami sedang hitung apa benar bunganya lebih rendah dari dendan BPJS. Kalau memang benar, rumah sakit ngga ada ruginya sebenarnya menggunakan fasilitas ini. Toh nanti bunga yang kita bayarkan itu ke CSF bisa diambil dari uang denda BPJS," jelasnya.

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Pelaku UKM di Kota Malang Dilatih Jualan Secara Online

00:00:00 / 00:00:00