• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Gerakan Sejuta Pohon, Cegah Bencana Alam

10 January
16:55 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Musibah tanah longsor yang terjadi akhir - akhir  ini  di Indonesia menyisakkan kepedihan mendalam bagi keluarga korban, bukan hanya tanah longsor, dengan intesitas hujan yang tinggi tidak diimbangi dengan penyerapan pohon yang maksimal, musibah banjir juga menjadi ancaman bagi masyarakat.

Saat di konfirmasi RRI Kepala Dinas Pertambangan Dan Energy Kalimantan Tengah Ermal Subhan menyebut, bencana alam yang kerap melanda Indonesia khususnya daerah daerah pegunungan, diakibatkan adanya pembabatan hutan secara liar, parahnya hutan yang dibabat tidak diimbangi dengan keinginan untuk melakukan penanaman kembali hutan/ reboisasi.

“Kita merasakan belasungkawa yang mendalam atas musibah tanah longsor yang terjadi di tanah air, mari kita ambil hikmah dibalik musibah itu, dengan banyak menanam pohon, seperti diperingati hari ini gerakan sejuta pohon bisa juga dilakukan masyarakat,” kata Ermal kepada RRI Kamis (10/01/2019)

Gerakan sejuta pohon yang diperingati setiap tahun, salah satu upaya pemerintah untuk menyadarkan masyarakat dan pelaku bisnis, dapat memperlakukan lingkungan dengan baik, semua itu dilakukan agar terhindar dari bencana alam, namun kenyataan yang terjadi selama ini berbanding terbalik, sebagian perusahaan hanya memikirkan untung dan rugi dalam berbisnis, tanpa memperdulikan dampak lingkungan untuk keberlangsungan makhluk hidup ke depannya.

“Saya pikir dengan gerakan menanam pohon yang diwajibkan kepada tiap perusahaan sangat baik, asalkan dananya dibebankan kepada perusahaan, ini efektif mencegah terjadinya musibah banjir dan longsor,” tukasnya.

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    RustamDE

    Rustam Desk Editor Wilayah Kalimantan

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00