• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Megawati: Saya Tidak Ingin PDI Perjuangan Diisi oleh Kader Karbitan

10 January
13:08 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan, PDIP tidak pernah merekrut kader yang sudah jadi untuk mendongkrak perolehan suara dalam Pemilu, apalagi kader dari partai lain. 

Penegasan tersebut disampaikan Megawati pada peringatan HUT ke-46 PDIP di JIExpo Kemayoran Jakarta,  Kamis (10/1/2019). 

"Sepanjang 46 tahun berdirinya, PDI Perjuangan telah mengalami pasang naik, dan juga pasang surut. Kita mengalami kekalahan dalam beberapa Pemilu. Contohnya, pada Pemilu tahun 2004 dan 2009. Tetapi, meskipun kalah dalam Pemilu, partai ini tidak memilih jalan pintas. PDI Perjuangan tidak pernah menerapkan strategi 'asal comot calon legislator', apalagi dari partai lain. Partai ini tidak berkonsep 'asal rekrut tokoh pendongkrak elektabilitas', yang tujuannya asal tambah kursi DPR, asal lolos parliamentary threshold, atau asal menang Pemilu," ungkapnya.

Diakuinya, PDI Perjuangan memang partai yang terbuka, terbuka bagi siapa saja. Siapa saja, apa pun latar belakangnya. Tetapi, paling utama adalah harus berideologi Pancasila 1 Juni 1945.

"Pintu PDI Perjuangan selalu terbuka. Terbuka bagi siapa pun yang siap dan berani ditugaskan sebagai 'The Guardians of Pancasila', Penjaga Pancasila!" tegasnya. 

Namun meskipun terbuka, tetapi Megawati tidak ingin partai ini diisi oleh kader karbitan atau orang yang mendadak kader pada saat Pemilu. Mengaku kader, namun jika tidak direkomendasi atau tidak terpilih, lalu loncat ke partai lain.

"Partai bagi kami bukan kendaraan lompatan kekuasaan. Saat ini ada fenomena pragmatisme politik. Ada politisi yang maju sebagai legislatif atau eksekutif karena direkomendasikan dari partai A, misalnya. Namun, saat terpilih, karena hasrat untuk naik tingkatan kekuasaan atau motif 'mengamankan diri', lantas ia pindah ke partai lain. Beberapa kali peristiwa serupa pun terjadi di PDI Perjuangan. Tetapi, kami tidak berkecil hati saat kehilangan politisi pragmatis seperti itu. Justru, saya mengibaratkannya sebagai seleksi alam ideologi. Seleksi ideologi akan memilah mana kader dan mana yang bukan kader. Siapa pun yang lebih mementingkan diri dan kelompoknya, sudah pasti akan alami seleksi ideologi. Secara alamiah ideologis, mereka akan menyingkir atau tersingkirkan dari PDI Perjuangan," papar dia.

Menurut Presiden Republik Indonesia ke-5 ini, PDI Perjuangan terus berupaya menjadikan partai sebagai sekolah politik bagi kadernya. Partai ini terus berjuang untuk menjadi partai pelopor, yaitu partai yang memiliki disiplin ideologi, disiplin teori dan disiplin tindakan politik dalam satu kesatuan. 

"Secara bertahap dan terencana partai ini membenahi diri. Sehingga, pada titik tertentu akan tersaring sari pati, yaitu kader ideologis yang sesungguhnya. Kepada merekalah masa depan partai ini disandarkan," tandas Megawati. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00