• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pemko Bukittinggi Naikkan Retribusi Pasar

9 January
22:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Pemerintah Kota Bukittinggi menaikkan retribusi pada tiga lokasi pasar hingga 600 persen, hal itu sebagai tindak lanjut dari keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwako) Bukittinggi, nomor 40 dan 41 tahun 2018 tanggal 21 Desember 2018 tentang peninjauan tarif retribusi pasar grosir atau pertokoan dan peninjauan tarif retribusi pasar.

Menanggapi hal itu, Kepala Dina Koperasi UKM dan Perdagangan, M. Idris, Rabu (9/1/2019), menuturkan, kenaikan retribusi itu masih terbilang wajar, karena rata-rata kenaikan retribusi pasar mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 60.000 per meter persegi yang dibayarkan setiap bulan.

“Kenaikan retribusi pasar setiap kios atau lapak-lapak berbeda-beda, untuk retribusi pasar grosir naik menjadi Rp 60.000 per meter persegi, toko Rp 20.000 per meter persegi, lapak bulanan Rp 20.000 per meter persegi dan lapangan harian Rp 3.000/hari,” jelasnya.

Rata-rata kenaikan itu ujar M. Idris, berkisar antara 100 hingga 600 persen, dan jumlah kenaikan retribusi itu dikalikan luas kios atau toko yang ditempati dan dibayarkan setiap bulannya ke Pemko Bukittinggi.

“Jika toko atau kios luasnya 3 meter persegi maka dikalikan harga retribusi Rp 20.000, jadi penyewa membayar Rp 60.000/bulan atau dikalikan lagi 12 bulan, sehingga penyewa hanya membayar Rp 720.000/tahunnya,” sebutnya.

Menurut M. Idris, kenaikan harga retribusi pasar ini masih terbilang murah dan wajar jika dibandingkan dengan beberapa kota lainnya diluar Bukittinggi. Apalagi saat ini jumlah retribusi pasar yang diperoleh setiap tahunnya tidak sesuai dengan jumlah retribusi yang seharusnya didapat setiap tahunnya, karena masih banyak kios, toko ataupun lapak-lapak yang masih menunggak.

"Padahal harga itu cukup murah jika di bandingkan penyewa yang menyewakan kembali toko atau kios kepihak lain, yang harganya mencapai puluhan hingga ratusan juta,” ungkapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00