• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Kisah Yonif 511/DY, Satgas Pamtas Hadir untuk Pelajar Dipelosok Negeri

9 January
21:36 2019
5 Votes (4.6)

KBRN, Entikong : Hari mulai terang, ketika matahari bersama kabut perbatasan ramah menyapa masyarakat Entikong dan sekitarnya, Rabu (9/1/2019) pagi. Meski jarum jam baru menunjukkan pukul 05.30 WIB, namun suasana di Pos TNI Satgas Pamtas Entabang yang semula sunyi menjadi sedikit ramai.

"Ayo siap-siap, jangan sampai kita kesiangan ke Gun Jemak. Kalau siang nanti hujan, kita tidak bisa pulang," terdengar suara Komandan Satgas Pamtas Yonif 511 Dibyatara Yodha, Letkol Inf. Jadi menyerukan pasukannya.

Pukul 06.00 WIB, selepas sarapan bersama, sejumlah prajurit yang ditunjuk berangkat menyusul rekan-rekannya yang pergi duluan sehari sebelumnya untuk menyerahkan bantuan sepatu dan perlengkapan sekolah kepada siswa SDN 16 Gun Jemak.

Didalam rombongan kedua ini, ikut pula Dansatgas Pamtas. Perjalanan menuju Dusun Gun Jemak normalnya ditempuh dalam waktu dua jam melewati Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) dengan motor trail dari Pos Satgas Pamtas Entabang.

Tiba di JIPP, rombongan Yonif 511/DY menurunkan kecepatan motornya. Maklum, jalan dari tanah liat tersebut masih dibasahi embun dan sisa hujan semalam yang licin. Beberapa prajurit yang ikut dalam rombongan kedua ini mengurangi angin ban motornya agar tidak jatuh.

Selang beberapa waktu, rombongan bertemu jembatan darurat dari sebatang balok kayu yang dilintangkan diatas anak sungai selebar tiga meter.

Satu persatu motor melintasi jembatan tersebut. Total ada sekitar delapan jembatan darurat di jalur JIPP dengan panjang tiga meter, adapula yang sampai enam meter. Material seluruh jembatan dijalur ini sama dengan jembatan pertama, sebatang balok kayu.

Perjalanan ke Gun Jemak yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu dua jam pun harus dilalui lebih lama. Kondisi medan perbukitan dengan jalan tanah yang licin, berlumpur dan curam membuat laju trail harus diperlambat. Bahkan, beberapa kali motor harus didorong agar tidak terpleset ke jurang yang menganga di kanan kiri jalan.

Sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan tiba di jembatan darurat terakhir sebelum tiba di Dusun Gun Jemak. Hujan deras semalam ternyata membuat jembatan sepanjang tiga setengah meter ini ambrol akibat longsor. Perjalananpun dihentikan sementara untuk menyambung kembali jembatan itu. Dengan peralatan seadanya dan menggunakan balok-balok kayu, Yonif 511/DY memperbaiki akses penghubung warga Gun Jemak menuju Entikong.

Tiga puluh menitan memperbaiki jembatan, akses penghubung warga itu kembali bisa dilalui. Rombongan kembali melaju. Baru sepuluh menit berkendara, Dansatgas memberitahu sudah sampai. Tepatnya sudah sampai di jalur penyeberangan. Dusun Gun Jemak berada diseberang JIPP, ditengahnya mengalir Sungai Sekayam.

Rombongan memarkir motornya, lalu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menyeberangi sungai selebar 50 meter dengan kedalaman antara 50 sampai 70 sentimeter menuju satu-satunya sekolah di dusun pedalaman Entikong itu. Sekitar sepuluh menit menyeberang, rombongan tiba di SDN 16 Gun Jemak.

"Kami disini sebagai perwakilan negara. Di pelosok negeri pun kami hadir untuk masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak di SD ini," kata Letkol Inf. Jadi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00