• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Donald Trump Klaim AS Aman Jika Ada Tembok Perbatasan

9 January
18:14 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Presiden Amerika Serikat , Donald Trump mendesak Kongres dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa lalu. Untuk memberinya US$ 5,7 miliar (Rp 80 triliun) tahun ini untuk membantu membangun tembok di perbatasan AS dengan Meksiko tetapi berhenti menyatakan darurat nasional.

Permintaan Trump itu berkali-kali untuk upayanya menepati janji kampanye membangun tembok perbatasan. Dalam pidato pertamanya di Oval Office, Trump mengatakan krisis keamanan dan kemanusiaan di perbatasan Meksiko-AS, seperti dilansir dari laman Reuters, yang dikutip RRI (9/1/2019).

Lewat kata-kata membujuk dan menggugah, Trump berusaha memenangkan dukungan publik dengan mengatakan imigran ilegal dan narkoba adalah ancaman keamanan serius di perbatasan selatan.

"Berapa banyak darah orang Amerika yang harus tumpah sebelum Kongres melaksanakan tugasnya?" papar Trump dalam pidato tersebut.

Sementara pemimpin Demokrat, juga menyampaikan pidato di televisi, menuduh presiden menggunakan rasa takut dan informasi palsu sebagai taktik untuk mendapatkan anggaran tembok.

"Presiden memilih menggunakan rasa takut. Kami ingin memulainya dengan fakta," ucap ketua DPR AS Nancy Pelosi.

"Faktanya adalah, Presiden Trump telah memilih untuk menyandera layanan kritis untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat Amerika dan menahan gaji 800.000 pegawai negeri sipil tak bersalah di seluruh negara, banyak dari mereka adalah veteran," pungkasnya.

Pidato Donald Trump dihantui penutupan pemerintahan parsial yang telah berjalan selama 18 hari pada Selasa kemarin, menyebabkan layanan publik dan lembaga di seluruh Amerika Serikat lumpuh. (Reuters)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00