• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Kronologis Kaburnya Dua Orang Napi di Lapas Klas II A Bukittinggi

9 January
18:04 2019
1 Votes (4)

KBRN, Bukittinggi : Tiga hari berselang pasca kaburnya dua orang Narapidana (Napi) kasus penyalahgunaan narkotika dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Bukittinggi, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Pantauan di Lapas Kelas II A Bukittinggi, tembok tempat kedua napi melarikan diri itu sudah sangat memprihatinkan, kondisinya sudah agak condong dan miring karena dimakan usia, diperkirakan tembok tersebut tingginya tidak sampai 4 meter.

Diatas tembok yang miring tersebut masih berdiri pos jaga, namun kawat berduri disamping pos tidak ada lagi sebagai gantinya petugas memasang seng bekas sebagai pagarnya.

Kepala Lapas Klas II A Bukittinggi, Marten, Rabu (9/1/2019), menuturkan, hingga hari ini tim pencarian yang telah dibentuk masih melakukan penelusuran, namun mereka belum berhasil ditangkap kembali.

“Saat ini juga dilaksanakan langkah untuk memperkuat sistem pengamanan dilingkungan Lapas, melakukan koordinasi dengan Polres Bukittinggi, serta melaporkan kejadian ke Kanwil Kemenkumham Sumbar,” terangnya.

Menurut Marten, sebelum melarikan diri dua orang Napi itu ternyata sempat bersembunyi selama 10 jam di dalam got, dan saat situasi memungkinkan mereka langsung melarikan diri dengan cara memanjat tembok bagian belakang Lapas.

“Awal larinya kedua Napi itu saat pergantian shift jaga petugas pada Sabtu (5/1/2019) pukul 18.00 WIB. Waktu pergantian shift jaga tersebut dimanfaatkan mereka untuk menyelinap sehingga luput dari pantauan petugas,” ulasnya.

Kedua orang Napi yang melarikan diri itu sambung Marten, bernama Arif Junaidi (22), masa penahanan 7, tahun dan Roy Anggara (34), dengan masa penahanan 5 tahun, keduanya terjerat kasus penyelahgunaan narkotika.

"Kedua napi itu, ditempatkan di blok C yang berisi sebanyak 126 orang Napi, setelah lolos dari blok C sekitar pukul 18,00 WIB, mereka bersembunyi di dalam got yang tergolong kecil antara bangunan mushalla dan dapur hingga pukul 04.00 WIB, Minggu (6/1/2019),” ungkapnya.

Kemudian mereka merayap dan menyelinap didalam got yang tidak dipagar, dan hal itu ujar Marten sungguh diluar dugaan, mengingat got yang sekecil itu bisa dilewati, dan kondisi sekarang got tersebut sudah di cor, dan ditanam besi sehingga tidak bisa dilewati lagi.

Setelah merayap di dalam got mereka berlari menuju tembok dekat lapangan basket. Untuk memanjat tembok setinggi 4 meter mereka membuka celana panjang dan menyangkutkannya diatas tembok berkawat  yang bertujuan untuk memudahkan mereka memanjat.

"Pelarian mereka diketahui ketika pergantian shift jaga pada Minggu pagi. Setelah dihitung jumlah mereka berkurang 2 orang. Mengetahui hal itu, kita langsung melihat rekaman CCTV dan dari rekaman CCTV itu kita melihat bagaimana caranya mereka kabur," tuturnya.

Marten menambahkan, salah seorang napi yang melarikan diri itu Roy Anggara, dia  merupakan residivis yang telah mengetahui kondisi Lapas, sehingga dia mengetahui kapan waktu yang tepat untuk lari.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00