• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Hidup di Gubug Reyot, Warga Benuanirae Kendari Butuh Bantuan

9 January
16:08 2019
4 Votes (5)

KBRN, Kendari: La Ndolisu (50) warga Lorong Sagu, Kelurahan Benuanirae, Kecamatan Abeli Kota Kendari terpaksa harus tinggal di gubuk tua karena himpitan ekonomi dan tidak memiliki penghasilan yang tetap, Rabu (9/1/2019).

Kondisi gubug yang di huni La Ndolisu sangat memprihatinkan, dibangun dari kayu dan seng bekas yang dikumpulkannya satu persatu. Dindingnya juga terbuat dari papan bekas dan sebagian ditutupi oleh jelaja. Kondisi atap juga tidak seluruhnya menutupi bangunan, sehingga jika musim hujan tiba, air masuk ke dalam rumah.

“Kalau hujan pergi berlindung sama kemenakan, sama ipar, air masuk sampai dalam,” Tutur La Ndolisu

Dirinya sudah tinggal di gubug tersebut sejak lima tahun lalu dengan sebatang kara tanpa memiliki istri dan anak. Untuk makan sehari-hari dirinya memasak sendiri di rumahnya. Namun jika persediaan beras sudah habis, dirinya numpang makan dirumah tetangga yang bermurah hati kepadanya. La Ndolisu mengaku belum pernah mendapat jatah beras sejahtera (Rastra) seperti warga miskin lainnya

Sebelumnya La Ndolisu bekerja sebagai tenaga kebersihan di kampus Universitas Halu Oleo. Namun karena kondisinya yang sudah sakit-sakitan dirinya lebih banyak istrahat dibandingkan dengan bekerja.

“Tidak ada kerja lainnya, kalau saya sehat, saya pergi ke kampus, sekarang saja saya tidak tahan sakit pinggang,” tambahnya.

La Ndolisu mengaku berasal dari Desa Madampi, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat. Merantau ke Kota Kendari sejak tahun 1976, saat ini sudah terdata sebagai warga Kelurahan Benua Nirae Kota Kendari. Dirinya berharap, adanya perhatian dari berbagai untuk didaftarkan sebagai penerima Rastra dan Program Keluarga Harapan (PKH).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00