• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Dispar Banten Siapkan 3 Langkah Pulihkan Pariwisata Pascatsunami

7 January
10:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang : Bencana tsunami yang menerjang Kabupaten Serang dan Pandeglang Desember lalu, membuat industri pariwisata di Banten melempem. Objek wisata pantai yang selama ini kerap menjadi andalan, dalam sekejap ditinggalkan wisatawan. 

Pasalnya, selain status Gunung Anak Krakatau yang masih menjadi ancaman, infrastruktur disejumlah destinasi juga rusak digulung ombak. Tak ayal kondisi itu memperburuk dunia pariwisata bahari yang ada di Kabupaten Serang dan Pandeglang. 

Namun demikian, pemerintah tidak tinggal diam. Instansi terkait sudah menyiapkan sejumlah cara untuk memulihkan industri pariwisata dikedua daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati menyebutkan, pihaknya menyusun tiga langkah pendekatan guna me-recovery pariwisata di daerah terdampak bencana. 

"Dalam rangka recovery pariwisata, pendekatan yang akan dilakukan adalah pertama menyentuh SDM, kedua penataan destinasi, ketiga promosi," katanya, Senin (7/1/2018).

"Dari SDM ini kan ada pelaku industri pariwisata, bagaimana trauma hilling, pendataan kerusakan, kerugian dan sebagainya. Kemudian dipenataan destinasi, kan ada atraksi, amenitas, apa saja yang bisa dan bagaimana masing-masing pengelola bisa merehab dan me-recovery kembali. Lalu dalam konteks promosi secara bertahap akan dilakukan, pertama merencanakan yang tidak terdampak di Anyer," beber Eneng.

Menurutnya, sektor pariwisata pantai didua kabupaten itu diperkirakan baru akan pulih dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan. Namun dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk menentukan langkah cepat memulihkan kondisi tersebut. 

"Kami akan menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk memulihkan pariwisata di Banten kembali. Pemulihan ini membutuhkan waktu 3-6 bulan, tidak terlalu lama," sebutnya.

Yang jelas, saat ini Dispar masing-masing kabupaten telah diminta untuk mengidentifikasi kegiatan apa saja yang bisa dilakukan supaya recovery lebih cepat tertangani. Bukan cuma itu, Eneng juga meminta seluruh pihak ikut membantu proses pemulihan. 

"Saya sudah berbicara dengan Dispar Serang dan Pandeglang, untuk bersama mengidentifikasi kegiatan apa saja yang bisa diarahkan untuk wilayah terdampak dalam waktu 3-6 bulan ini. Seluruh stekholder diharapkan turut serta dalam proses pemulihan, jadi tidak semata menjadi tanggungjawab pemerintah saja," jelasnya.

Sedangkan saat disinggung soal kerugian, Eneng belum dapat merinci. Sejauh ini Dispar Banten baru sebatas merangkum jumlah kerusakan hotel maupun fasilitas lain. Dispar ditiap kabupaten tengah diarahkan untuk menghitung jumlah penurunan wisatawan pasca bencana.

"Kami sudah meminta masing-masing kabupaten untuk mendata jumlah kunjungan wisatawan setelah bencana, termasuk jumlah kerugian. Jadi sampai saat ini kami belum membuat resume, baru sebatas berapa hotel maupun fasilitas penunjang yang rusak," ujarnya.

Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten, Ade Ervin menambahkan, dampak tsunami terhadap pariwisata begitu terasa. Soalnya, ada beberapa kawasan wisata mengalami kerusakan hingga 90 persen. 

"Dilihat secara ekonomis terhadap penurunan jumlah wisatawan, bisa dilihat ketika malam pergantian tahun. Secara visual nampak jelas bahwa kondisi pariwisata kita sangat drop. Ketika pengunjung tidak ada yang datang di wilayah lepas pantai. Jelas bahwa kondisi saat ini lumpuh," keluhnya.

Ade mencontohkan, biasanya satu kawasamn wisata bisa dikunjungi oleh 8.000 orang. Namun yang terjadi pada malam tahun baru, tidak satupun kawasan wisata yang didatangi lebih dari 10 orang. Hal itu jelas menunjukkan bahwa industri pariwisata di Banten sedang diuji. 

"Biasanya satu destinasi itu bisa masuk sedikitnya 8.000 pengunjung. Sekarang untuk 8 orang saja berat. Jadi bayangkan bila hal itu terjadi dibeberapa destinasi di Banten mulai dari Anyer sampai Tanjung Lesung," katanya.

Oleh karenanya, dia berharap pemerintah mengambil langkah cepat dan tepat untuk memulihkan kondisi itu. Pelaku wisata harus didorong untuk segera pulih dan aktif kembali. Dengan begitu, dapat meyakinkan wisatawan agar kembali berlibur ke kawasan pantai dari Anyer hingga Tanjung Lesung.

"Kawasan paling parah rata. Tetapi ini menjadi tolok ukur kira untuk segera melaporkan dan bagaimana me-recovery untuk memulihkan industri pariwisata kita," tandas Ade.

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00