• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Dampak Tsunami Banten dan Lampung, Pantai Rancabuaya Garut Sepi Pengunjung

5 January
11:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Garut : Tingkat kunjungan wisatawan ke Pantai Rancabuaya di Kecamatan Caringin Kabupaten  Garut , hingga saat ini sangat sepi.

Dampak dari kejadian tsunami di Banten dan Lampung beberapa waktu lalu, membuat minat  untuk berwisata ke pantai menurun drastis.

Pantauan Radio Republik Indonesia, Sabtu (5/1/2019) di pantai Rancabuaya, suasana lengang terlihat di sepanjang garis pantai selatan Jawa Barat tersebut.

Padahal biasanya akhir pekan seperti saat ini,  pantai Rancabuaya selalu dipenuhi pengunjung.

Saliman, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus pemilik salah satu penginapan di Rancabuaya menuturkan, kondisi tersebut terjadi sejak malam pergantian tahun hingga saat ini.

"Wah turun drastis pak, sejak malam tahun baruhingga saat ini. Mungkin masyarakat masih takut pasca tsunami di Banten itu ya,"  terangnya.

Saliman tidak memungkiri, sepinya kunjungan wisatawan berwisata ke pantai karena ketakutan pasca tsunami di Banten dan Lampung.

Meski demikian, bapak Saliman memastikan kondisi pantai rancabuaya sangat aman.

"Ya bapak bisa lihat sendiri lah.Gelombangnya normal, udaranya cerah, angin juga normal," imbuh Saliman.

Pantauan RRI  pun terlihat suasana pantai Rancabuaya di Kabupaten Garut begitu tenang. Di sepanjang pantai  terlihat hanya ada beberapa pengunjung saja, itupun wisatawan lokal.

Sebagai gambaran kalau pantai Rancabuaya aman dikunjungi juga terlihat dari para nelayan yg masih rutin melaut mencari ikan.

Saliman berharap, tingkat wisatawan berkunjung ke pantai Rancabuaya kembali normal sehingga geliat wisata dan penghasilan pengelola objek wisata kembali seperti semula. 

"Ya harapan kami mah kembali normal. Wisatawan jangan terlalu takut main ke pantai, sehingga penghasilan kami juga tidak seperti sekarang, cari seratus ribu rupiah juga dari penginapan susah sekarang mah," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00