• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pasca Diterjang Tsunami, TNUK Tutup Kunjungan Wisatawan

3 January
11:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang: Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) untuk sementara waktu menutup operasionalnya. Wisatawan kini tidak bisa berkunjung ke objek wisata warisan alam dunia ini sejak tanggal 24 Desember 2018 lalu. 

Penutupan operasional ini menyusul bencana tsunami yang menerjang Pandeglang beberapa waktu lalu. Hal itu ternyata turut merusak sejumlah fasilitas di TNUK. 

Bahkan dikabarkan, 2 Pegawai Harian Lepas (PHL) mereka juga ikut menjadi korban meninggal dunia.

Kepala TNUK, Mamat Rahmat menuturkan, penutupan itu berkaitan pula dengan kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kini berstatus siaga atau level III. Sehingga, hal itu memunculkan kekhawatiran akan adanya tsunami susulan.

"Jadi kami untuk sementara ini menutup kunjungan wisatawan, karena ada kekhawatiran adanya tsunami susulan, mengingat kondisi Gunung Anak Krakatau yang saat ini statusnya masih siaga 3," ungkapnya, Kamis (3/1/2018).

Mamat menjelaskan bahwa penutupan kunjungan wisatawan ini dilakukan semata-mata untuk kepentingan keselamatan para pengunjung atau wisatawan yang akan berlibur.

"Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) juga terkena dampak bencana tsunami kemarin. Catatan kami, ada beberapa fasilitas yanh rusak, seperti 2 kantor resort, 2 dermaga, 2 Selter, cano dan toilet di Cigenter, yang merupakan salah satu bagian wisata di TNUK," bebernya.

Namun demikian, Mamat memastikan bahwa bencana tersebut tidak berdampak pada habitat Badak Cula Satu. Pendataan TNUK, satwa langka tersebut masih berjumlah 67 individu. 

"Sebab saat kejadian, Badak-badak itu sedang berada di tengah kawasan TNUK, sehingga tidak terkena gelombang tsunami," jelasnya.

Hanya saja Mamat belum dapat memastikan kapan operasional TNUK kembali aktif. Pihaknya masih menunggu pengumuman dari BMKG maupun pihak terkait lainnya mengenai status GAK. 

"Bila situasi dinyatakan sudah aman, maka kami akan kembali membuka kunjungan untuk wisatawan. Saat ini sambil menunggu kondisi GAK mereda, kami akan memperbaiki fasilitas yang sempat hancur diterjang tsunami," tutupnya.

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Ninding Yulius Permana

    KBRN Pusat EDITOR 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00