• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Rizal Ramli Beberkan Indonesia Bisa Pecah Seperti Yugoslavia dan Uni Soviet

3 January
11:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Tokoh Nasional Rizal Ramli mengatakan Indonesia tidak akan punah, tapi bisa pecah, bisa terjadi disintegrasi  kalau kepemimpinan lemah, terjadi ketidakadilan sosial  dan ketidaksejahteraan.

“Apalagi  kekuatan adikuasa seperti AS, dan lainnya tidak pernah tinggal diam untuk berpengaruh di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Radio Republik Indonesia, Kamis (3/1/2019).

''Indonesia  bukan punah, tapi  bisa disintegrasi atau pecah kalau kepemimpinan lemah dan ketidakadilan makin parah,'' tambah manta Menteri Menko Maritim ini

Ekonom Senior Indonesia ini mencotohkan soal Papua dimana anggaran dananya dari Pusat besar, namun  tidak sampai ke rakyat Papua, karena melalui birokrasi gubernur, bupati dan seterusnya yang tak efektif, bocor dan KKN.

''Harusnya dana itu disampaikan langsung ke rakyat, atau dengan membuat ATM atau diberikan langsung ke tangan rakyat,'' tandas sosok yang dekat dengan Gusdur ini.

Lebih jauh, Rizal Ramli mengungkapkan, pendekatan kesejahteraan dan keadilanharus menggantikan pendekatan keamanan. 'Rakyat Papua miskin, sekolah susah, sama dengan di Maluku. Jadi pendekatan kesejahteraan dan keadilan jauh lebih efektif ketimbang pendekatan keamanan.

''Ingat Australia, AS dan China sangat tertarik dengan Papua. Jadi kita harus bisa melayani kepentingan rakyat Papua agar bebas dari kemiskinan dan ketidakadilan,'' tuturnya.

Sementara itu soal pecahnyas ebuah bangsa,k Menko Ekuin era Presiden Gus Dur itu mengingatkan bahwa Imperium Romawi dan Yunani waktu Alexander, kekuasaannya sampai Asia, hinggai perbatasan China, hilang begitu saja.  Jelang akhir abad 20, masyarakat dunia menyaksikan Yugoslavia pecah jadi tujuh negara.

''Negara bubar itu terjadi, Soviet  era Mikhail Gorbachev, misalnya, bubar setelah ada beberapa negara bagian yang tak bisa dikendalikan, padahal  Gorby dipuji Barat, tapi kepemimpinannya lemah,'' tegasnya.

'Yugoslavia di bawah Tito yang juga sahabat Soekarno, di era penggantinya, pecah berantakan. Demikian halnya,India Pakistan Bangladesh juga pecah. Juga Suriah Yaman dan Libia  dilanda perang saudara dan intervensi asing,'' pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00