• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Bayi Itupun Selamat Dari Amukan Puting Beliung  

31 December
23:30 2018
3 Votes (3.3)

KBRN, Cirebon : Bayi mungil yang baru lahir sekitar seminggu lalu, selamat dari amukan angin puting beliung yang melanda desa Panguragan Kulon Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon.

Namun demikian sang kakak (4 tahun) dari bayi itu, tidak terselamatkan nyawanya akibat terkena timbunan reruntuhan rumah yang rata dengan tanah.

Ditemui di tempat pengungsian, Senin (31/12/2018), keluarga dari korban puting beliung itu masih dalam suasana duka yang mendalam.

Raut muka sedih dan kondisi lelah terlihat jelas dari pasangan suami istri Suheryanto (28) dan Dayanti (26) yang harus kehilangan anak pertama laki-laki yang masih balita.

Sedangkan rumah yang ditempati bersama orang tua, mertua dan saudara, semua 9 jiwa itu, seluruh bangunan ambruk rata dengan tanah.  

“Kami tidak menyangka, jika bencana ini sampai meluluhlantahkan rumah, bahkan anak balita saya juga meninggal,” tutur Dayanti sedih.

Perempuan dua anak semua laki-laki, menuturkan, saat kejadian angin puting beliung Minggu (30/12/2018), seluruh anggota keluarganya merasa panik.

Ke  9 orang penghuni rumah itu, hanya bisa terdiam dan berkumpul di dalam rumah, sementara angin menderu bertiup dengan kencang. Dayanti menunggui bayinya dengan perasaan takut, sedangkan suaminya bersama anak balitanya.

"Semuanya, 9 orang ada didalem rumah. Anak pertama saya nangis dan dipegang bapaknya tapi lepas, keluar masuk rumah,” ujarnya.

Namun, tiba-tiba hembusan angin yang begitu kencang, genteng, plafon, atap rumah bahkan kusen kayu berjatuhan, hingga rumah itu itu ambruk, seluruh penghuni rumah kejatuhan reruntuhan rumah.

"Kusen kayu genteng berjatuhan menimpa kita semua, kita yang dewasa sebisa mungkin mencoba menghindari kejatuhan genteng atau kayu, tapi anak balita saya kan ga bisa apa-apa. Tadinya sama bapaknya dipegang dipeluk tapi tangan bapaknya kerubuhan bata jadi lepas peganganny, dan ngga tau posisinya dimana itu," kata Dayanti yang badannya masih ada luka akibat terkena reruntuhan rumah..

Dalam suasana tidak menentu itupun, anak bayinya selamat, meski pada bagian pelipis terluka. Sedangkan anak balitanya, meski sempat mendapat pertolongan petugas, namun jiwanya tidak tertolong.

“Iya, kami semua mendapat pertolongan dan pelayanan kesehatan dari puskesmas Panguragan,” pungksnya.

Kini Dayanti dan suaminya serta keluarga besarnya hanya bisa pasrah. Demi menjaga keselamatan kelurga terutama anak bayinya yang belum lama lahir, mereka memilih mengungis ditempat saudaranya diwilayah tersebut yang kondisinya aman dari bencana.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00