• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Berita

Tanggapi Mafia Bola, Ganjar: Tangan-Tangan Kotor Ini Perlu Disingkirkan

27 December
17:34 2018
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Upaya pemberantasan mafia bola oleh pihak kepolisian mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Prakter pengaturan skor yang diduga terbukti di dunia sepakbola tanah air ini membuat masyarakat resah dan menghilangkan unsur sportivitas dalam olahraga.

Hal ini disebutkannya ketika dikonfirmasi, Kamis (28/12/2018) tentang penangkapan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng, di Jakarta, oleh satgas anti mafia sepak bola, yang dibentuk Kapolri. Langkah kepolisian untuk mengusut tuntas praktik pengaturan skor yang terjadi di Indonesia ini dinilai Ganjar langkah yang tepat.

"Tangkap, bongkar biar selanjutnya bal-balan (Sepakbola) baik. Tidak enak rasanya nonton bola skornya diatur dan kemudian semua dispekulasikan untuk kepentingan ekonomi. Tangan-tangan kotor ini perlu disingkirkan," ujarnya.

Disebutkannya praktek pengaturan skor ini sangat kencang berhembus diantara penikmat sepak bola hanya saja Ia mengaku tak mengetahui secara pasti terkait dengan adanya mafia bola di Indonesia.

"Mohon maaf jadi seperti angin kentut saja, ada baunya tetapi dicari tidak ada. Mudah-mudahan bisa dibongkar sehingga asumsi dimasyarakat biar dibuktikan," sebutnya.

Untuk di Jawa Tengah, Ganjar mengatakan sejak lama mendorong intitusi terkait seperti KONI dan Disporapar Jawa tengah untuk menerapkan Good Sport Government. Karena berdasarkan kebijakan maupun regulasi, pihaknya dapat melakukan intervensi. Misalnya, melalui Dispora ataupun KONI.

"Harapan kita ini momentum, mereka yang komitmen terhadap persepakbolaan tanah air, mengakulah sekarang, tunjukkanlah sekarang, saatnya kita melakukan revolusi besar-besaran di dunia sepakbola Indonesia. Ini bisa membuat olahraga kira maju," imbuh Ganjar.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap anggota Exco PSSI yang juga Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng. Penangkapan dilakukan di pintu kedatangan Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.15 Wib. Johar diduga terlibat dalam kasus praktik pengaturan skor di sejumlah liga sepakbola Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00