• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Trump Mendadak Kunjungi Tentara AS di Irak

27 December
16:57 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kunjungan mendadak ini dilakukan hanya beberapa hari setelah pengunduran diri Menteri Pertahanan, Jim Mattis, karena dia tidak setuju dengan Trump terkait dengan strategi AS di kawasan.

Didampingi Ibu Negara Melania Trump, Trump melakukan kunjungan ke Irak "pada malam Natal" untuk berterima kasih kepada tentaranya atas "pelayanan, keberhasilan dan pengorbanan mereka", demikian keterangan Gedung Putih.

Trump mengatakan AS tidak berencana untuk menarik diri tentaranya dari Irak, seperti dilansir Kantor Berita Reuters.

AS masih menempatkan sekitar 5.000 tentara di Irak untuk mendukung pemerintah negara itu dalam memerangi sisa-sisa kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Namun demikian, pertemuan yang direncanakan antara Trump dan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi dibatalkan. Keterangan Kantor Perdana Menteri Irak mengatakan pertemuan itu batal karena perbedaan pendapat tentang bagaimana pertemuan digelar.

Sebaliknya, pembicaraan melalui sambungan telepon antara kedua pemimpin, dilakukan, tambah pejabat Irak.

Trump, istrinya, dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton melakukan perjalanan dengan pesawat Air Force One ke pangkalan udara al-Asad, di sebelah barat ibu kota Baghdad, untuk bertemu tentara AS di restoran pangkalan tersebut.

Dia menghabiskan sekitar tiga jam di pangkalan itu dalam kunjungan pertamanya ke Irak. 

Selama kunjungannya, Trump mendapat tepuk tangan meriah dari pasukan AS ketika dia memasuki ruang makan dan berjalan menyapa mereka, berpose untuk selfie dan memberikan tanda tangan.

Dalam pidato di sela-sela kunjungannya dia mengatakan,alasan kunjungannya adalah secara pribadi berterima kasih kepada para tentara itu karena telah membantu mengalahkan kelompok militan ISIS.

"Dua tahun lalu ketika saya menjadi presiden, mereka (kelompok Negara Islam atau ISIS) adalah kelompok yang sangat dominan, hari ini mereka tidak dominan lagi," pungkas Trump.

"Kita bukan lagi pecundang, saudara-saudara," paparnya kepada personil AS. "Kita kembali dihormati sebagai bangsa."

Trump mengatakan AS dapat menggunakan Irak sebagai pangkalan di masa depan jika "kami ingin melakukan sesuatu di Suriah", demikian laporan kantor berita Reuters.

Dia membela keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Suriah selama kunjungan itu.

"Saya sudah menjelaskan sejak awal bahwa misi kami di Suriah adalah menelanjangi ISIS (nama lain kelompok yang menamakan diri Negara Islam)," paparnya.

"Delapan tahun yang lalu, kita (tentara AS) pergi ke sana (Suriah) selama tiga bulan, dan kita tak pernah meninggalkannya. Kini, kami melakukannya dengan benar dan kami akan menyelesaikannya."

Trump juga mengungkap tentang pembicaraannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang diyakini telah mempengaruhi keputusannya untuk menarik pasukan AS keluar dari Suriah. (Reuters)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00