• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Menikmati Sensasi Rumah Joglo di Tengah Persawahan

16 December
17:47 2018
1 Votes (5)

KBRN, Sleman : Tak kenal maka tak sayang, sesudah dikenal maka akan selalu dikenang. Itulah barangkali sepenggal kata yang terlintas dalam benak setiap orang, apalagi yang baru pertama kali melihat atau mengenal sesuatu yang terasa asing baginya.

Seperti pagi itu, ada keterasingan di tengah areal persawahan kawasan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebuah bangunan khas berupa rumah adat masyarakat Jawa yang berdiri megah di antara hijaunya tetumbuhan dengan hamparan sawah di sekelilingnya.

Keterasingan itu ternyata menawaran sederet pesona yang sulit dijumpai di tengah hiruk pikuknya kota-kota besar dan bangunan-bangunan moderen. Keterasingan itu membawa penguhinya dapat menikmati hidup yang sesungguhnya, penuh kedamaian, ketentraman dalam alam pedesaan.   

Sungguh mengesankan, memang. Itulah Joglo ‘Ayem Tentrem’ Resort milik seorang doktor pensiunan dosen sebuah perguruan tinggi ternama UGM, Edi Boedi Santosa. 

Sesuai namanya, ayem tentrem yang mengandung makna nyaman dan tenteram, membuat siapapun akan merasa damai, tenang dan nyaman, sekaligus senang. Sebab, menurut Edi, konsep arsitektur bangunan joglo konon memang didesain untuk menciptakan suasana seperti itu.

“Sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang banyak hujan, dari segi arsitek tur bangunan model joglo ini sebenarnya paling pas dengan alam dan cuaca di Jawa untuk ‘enggar-enggar penggalih’ (nyantai-red) karena rumah bukan sekedar tempat untuk tidur, tapi ya kaya surganya hidup itu ya di rumah,” terangnya kepada RRI, di sela perbincangaannya dengan Direktur Dompet Duafa, Parni Hadi, Jumat (14/12/2018).

Edi lebih lanjut menguraikan tentang kecintaannya pada keluhuran budaya yang dimiliki masyarakat jawa, baik seni, filosofi dan juga bangunan jawa yang menurutnya kekal, dalam artian tidak membosankan.

“Sejak kecil saya senang dengan budaya jawa, seperti nyanyi atau tembang, termasuk bangunan-bangunan jawa yang luhur, dan tidak membosankan,” lanjut sang owner Joglo Ayem Tentrem, di kawasan Ringinsari, Tamanmartani, Kalasan ini.

Edi yang kelahiran Salatiga ini menambahkan, bahwa rumah miliknya itu dapat dikunjungi siapapun juga yang ingin mencari kenyamanan, kententeraman dalam menikmati hidup.

Di sisi lain, Parni Hadi yang juga mantan Direktur LKBN Antara dan Mantan Dirut LPP RRI ini,  juga mengaku nyaman dapat menikmati suasana hidup di tengah alam pedesaan di dalam lingkup rumah Joglo khas Jawa ini.

Pengakuan Parni Hadi tersebut tidak sekedar suasana kedamaian alam pedesaan. Lebih dari itu ia pun menikmati suasana di dalam ruang-ruang yang tersedia dengan baluran aneka perabot khas tempoe doeloe, ditambah suara gemiriciknya air kolam dengan warna-warni ikan hiasnya.

Konsep interior rumah jawa di setiap kamarnya ditampilkan dengan sangat apik dan terkesan bersih, sedangkan di luar setiap kamar terdapat teras yang dilengkapi dengan furnitur meja dan kursi kuno yang berpadu serasi dengan tembok batu bata yang terkesan klasik, sehingga memunculkan sensasi tersendiri.

Sementara itu Manager Operasional Joglo Ayem Tentrem, Abe menjelaskan, lantai-lantai kamar berasal dari tegel kuno untuk semakin menambah kental suasana Jawa di setiap sudutnya.

"Kenyamanan kamar ditata dengan tempat tidur modern dengan balutan warna putih dan coklat pada bed cover-nya,” kata Abe.

  • Tentang Penulis

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    Editor RRI Yogyakarta

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00