• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kolom Bicara

Masa Tunggu Ibadah Haji Yang Mencapai 30 Tahun

13 December
15:12 2018
1 Votes (5)

Disusun oleh: Yanto Prawiro Nugoro

KBRN, Jakarta: Masa tunggu calon jamaah haji indonesia saat ini menjadi persoalan yang sulit dipecahkan sebab semakin banyak umat yang ingin berhaji semakin lama pula mendapat giliran ke tanah suci Mekkah Al Mukharomah.

Data yang dimiliki Kementerian Agama hingga April 2018 mencapai 3,7 juta orang dengan demikian calon jamaah haji Indonesia harus menunggu antara 11 hingga 30 tahun smenetara kuota haji Indonesia dalam 3 tahun terakhir ini yang diberikan pemerintah arab saudi hanya 221 ribu orang.

Masa tunggu haji Indonesia sesungguhnya masih tergolong jauh lebih baik dan tidak terlalu lama jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia yang mencapai 3 juta orang namun kuota yang diberikan hanya 30.200 orang karena penduduk Malaysia jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota kepada negara-negara yang memiliki calon jamaah haji adalah setiap 1000 orang muslim mendapat satu kuota haji jika mengacu kepada kuota yang diberikan Arab Saudi maka seorang calon jamaah haji di malaysia harus menunggu giliran melaksanakan ibadah haji ke tanah suci mekkah Al Mukharomah selama 106 tahun.

Pertanyaannya strategi apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar masa tunggu calon jamaah haji Indonesia tidak terlalu lama. Sampai saat ini pemerintah belum mempunyai konsep yang jelas dan tepat terkait upaya mempersingkat masa tunggu calon jamaah haji.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan daftar tunggu calon jamaah haji dari sistem pembagian berdasarkan jumlah penduduk di daerah tertentu menjadi sistem kuota nasional tanpa mempertimbangkan jumlah penduduk di daerah. Kondisi yang terjadi saat ini masa tunggu daerah tidak sama ada yang 11 tahun ada yang 15 tahun bahkan ada yang 30 tahun sejak ia mendaftarkan haji.

Semakin banyak suatu daerah yang jamaahnya mendaftarkan diri untuk berhaji semakin lama juga masa tunggunya padahal jamaah tersebut mungkin mendaftarnya lebih dulu ketimbang jamaah daerah lain yang jumlah pendaftarnya sedikit namun kuotanya banyak. Sementara jamaah daerah lain yang kuotanya lebih kecil tetapi yang mendaftarnya tidak terlalu banyak kesempatan berangkatnya lebih cepat daripada daerah yang kuotanya kecil tetapi pendaftarnya sangat banyak.

Ini terjadi di Makassar dan provinsi Aceh yang pendaftarnya setiap tahunnya mengalami peningkatan dan masa tunggunya hampir mencapai angka 30 tahun lamanya. Jika mencermati hal tersebut kiranya usulan wakil presiden dalam persoalan masa tunggu calon jamaah haji perlu dipertimbangkan oleh Kementerian Agama.

Tetapi yang sesungguhnya hal ini merupakan bagian kecil dari proses pelayanan haji sebab sejatinya masih banyak pelayanan haji yang harus ditingkatkan baik di dalam negeri maupun di arab saudi seperti pelayanan kesehatan, penginapan, konsumsi, transportasi, serta pelayanan di bidang bimbingan haji yang selama ini dirasakan sangat kurang oleh calon jemaah haji

Sehingga yayasan dalam hal ini jauh lebih banyak melakukan bimbingan haji untuk menggantikan kementerian agama yang sangat terbatas dalam melakukan bimbingan haji dengan alasan keterbatasan dana sementara hasil pengelolaan dana haji mencapai triliunan rupiah.  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00