• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sudut Istana

PKH Naik Dua Kali Lipat, Jokowi Arahkan Pendamping untuk Ajari KPM Kelola Dana

13 December
11:26 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan terus berjalan, mulai dengan Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga Program Keluarga Harapan (PKH). Khusus untuk Program keluarga Harapan, di tahun 2019, pemerintah akan menaikkan anggaran PKH menjadi sekitar Rp34 Triliun, atau naik 2 kali lipat dari anggaran sebelumnya.

Selain itu, jumlah penerima manfaat pun akan meningkat, dari yang sebelumnya berjumlah 6 juta Keluarga menjadi sekitar 10 juta Keluarga penerima manfaat.

Karenanya, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan bantuan sosial PKH benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengatakan, penyiapan Sumber Daya Manusia dari kelompok pra sejahtera ke level yang lebih baik merupakan pekerjaan yang berproses dan tidak mudah, karena harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yaitu dari keluarga. 

"Meskipun sistem itu sudah kita bangun, tetapi memastikan anggaran itu sampai ke tangan penerima manfaat. Karena kita tahu 19 T di 2018. tahun depan naik jadi 34 T. Tahun depan ngga tau berapa lagi. Kembali lagi memastikan bantuan sampai ke tangan penerima manfaat," ujar Jokowi.   

Selain itu, Kepala Negara memerintahkan kepada para pendamping untuk dapat mendampingi setiap Kepala keluarga dalam mengelola dana bantuan yang diterima agar tepat guna. 

"Yang paling penting, saya kira para pendamping dapat mengarahkan pengelolaan keuangannya. Ini kita mengajari rakyat agar bisa mengelola keuangan yang kita berikan. Jangan sampai uang yang diberiikan dipakai untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, harus dipakai untuk hal-hal yang bersifat produktif. Kalau memiliki kemampuan berbisnis, bimbing dan ajari mereka untuk masuk ke level lebih atas," tambah Jokowi.        

Pemerintah pun akan menerapkan metode berbeda dalam penyaluran PKH di tahun 2019. Dana akan disalurkan dengan mekanisme non-flat dimana setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus memenuhi komponen tertentu, sementara sebelumnya pada 2018 KPM mendapatkan pemasukan flat sebesar Rp1,8 juta per tahun.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan ketika ada Ibu yang tengah hamil dalam KPM, maka akan ada tambahan indeks termasuk dengan adanya tambahan tanggungan anak lainnya, penerima akan mendapatkan manfaat di luar Rp250.000 yang sudah tetap.

Selain komponen tersebut, apabila ditemukan anggota keluarga lanjut usia (lansia), maka akan ada tambahan bantuan, dan ketika terdapat anggota keluarga yang mengalami disabilitas juga mendapatkan bantuan tambahan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00