• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Terlibat Korupsi PT DOK, Presdir Perusaan Singapura Ditahan Kejati Jatim

12 December
05:15 2018
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Antonius Aris Saputra, salah satu rekanan PT DPS (Dok dan Perkapalan Surabaya), akhirnya ditahan oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Selasa malam (11/12/2018).

Antonius Aris Saputra, saksi dalam penyidikan dugaan kasus korupsi pengadaan kapal floating crane PT DPS senilai Rp 60 miliar. Sebelum ditahan, dirinya menjalani pemeriksaan kurang lebih selama 9 jam.

Penahanan terhadap Presdir PT A&C Trading Network ini, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan kasus ini. Saat dilakukan pemanggikan, masih sebagai saksi, usai pemeriksaan, statusnya berubah menjadi tersangka.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan penahanan terhadap Antonius setelah pihaknya menyakini adanya peran Antonius dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara ini. 

"Ada bebebrapa alasan dilakukan penahanan, salah satunya domisili tersangka yang berada di Singapura. Sedangkan sudah tiga kali pemanggilan, baru kali ini ia memenuhi. Jadi untuk mempermudah proses penyidikan tersangka kami tahan," ujar Didik.

Penyidikan kasus ini dimulai ketika muncul laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan, ditemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp 60 miliar dari nilai proyek pengadaan kapal floating craneini sebesar Rp 100 miliar pada 2016.

Sedianya, pengadaan kapal ini sudah melalui proses lelang. Kapal sudah dibayar sebesar Rp 60 miliar dari harga Rp 100 miliar. Dalam lelang disebutkan, pengadaan kapal dalam bentuk kapal bekas melebihi usia yang ditentukan. 

Kapal didatangkan dari negara di Eropa. Namun, saat dibawa ke Indonesia kapal tersebut tenggelam ditengah jalan. Dari sini kemudian muncul dugaan bahwa, ada spesifikasi yang salah dalam pengadaan kapal tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00