• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Hendropriyono Sebut OPM Kelompok Teroris, Rakyat Papua Harus Berani Melawan

11 December
18:40 2018
1 Votes (5)

KBRN, Cimahi : Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya bukan organisasi atau kelompok kriminal biasa seperti tukang copet, tetapi adalah kelompok teroris yang menjadi musuh diseluruh dunia bukan hanya bagi bangsa Indonesia.

"OPM tinggal menunggu kehancurannya karena telah membunuh orang tidak berdosa dan tidak bersalah dan tidak mengerti apa masalahnya," ungkap mantan Kepala Badan Intelegen Negara (BIN) Jenderal TNI Purnawirawan AM Hendropriyono menjawab pertanyaan wartawan, di Lembang Kabupaten Bandung Barat, Selasa (11/12/2018).

Hendropriyono hadir di Lembang dalam rangka memberikan pembekalan akhir kepada Pasis Sespimma Sespim Lemdiklat Polri Angkatan 60 tahun 2018, di Sespim Polri Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Hendropriyono, mereka yang dibunuh adalah orang-orang yang sedang bekerja membangun insfrastruktur Trans Papua, dalam arti mereka membunuh manusia tidak berdosa atau Innocent forces sehingga OPM harus masuk didalam daftar teroris dan menjadi musuh dunia, dengan korban terbunuh sebanyak 31 orang.

"Semua harus memberikan perlawanan termasuk rakyat melakukan perlawanan semesta.Kalau kita tidak melawan, rakyat Irian tidak melawan mereka akan terus menjadi sasaran, dibully, dibunuh dan disiksa. Ini tidak benar mereka biadab, kita tidak bersenjata mereka bersenjata modern.Darimana senjata kita ga ngerti, mudah-mudahan kita bisa mengungkap siapa sebetulnya yang bermain," bebernya.

Para pelaku teroris itu kata Hendro, akan terus kita kejar sampai dapat dan harus diadili karena mereka adalah petualang yang sebenarnya hanya untuk kelompok mereka sendiri bukan untuk rakyat Papua.

OPM adalah kerikil tajam yang harus dimusnahkan karena perbuatan mereka sendiri.

Namun demikian disisi lain Hendro mengakui Kelompok Egianus Kogoya  susah ditangkap padahal anggota mereka tidak lebih dari 50 orang. Tetapi mereka memiliki senjata yang canggih dan pintar berdiplomasi di luar negeri dengan adanya perwakilan mereka di Inggris, Belanda dan negara-negara Pasifik Selatan seperti Uluwatu dengan mengubah sejarah bahwa  mereka adalah negara terjajah oleh Indonesia.

Padahal Irian telah menjadi bagian dari Indonesia sejak tahun 1963, setelah sebelumnya Belanda menyerahkan Irian ke PBB tahun 1962, namun ketika mendengar suara pro Indonesia maka dibuatkan Penentuan Pendapat Rakyat(Pepera) pada tahun 1969, hasilnya PBB mengakui Irian Barat adalah bagian dari Negara Indonesia.

Oleh karena itu Mantan Kepala BIN itu meminta PBB untuk konsekwen mendukung Indonesia dalam menumpas organisasi terlarang yang menyebutkan diri sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00