• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Diduga Ditelantarkan Dokter, Pasien di RSUDZA Terjatuh di Lantai

10 December
16:02 2018
2 Votes (5)

KBRN, Banda Aceh : Seorang pasien bernama Samsul Bahri (38) warga Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh diduga mendapat perlakuan tidak baik oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Senin (10/12/2018) dini hari. 

Pasien yang sedang mengalami demam tinggi itu, tidak mendapatkan pelayanan medis saat berada di IGD rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu. Bahkan saat keluarga pasien membawa ke ruang UGD, tidak ada seorangpun dokter yang menangani pasien. 

Menurut kronologi kejadian yang diceritakan oleh adik korban bernama Fahrurazi kepada RRI, pasien dibawa ke ruang UGD dengan menggunakan kursi roda. 

"Jadi Abang saya (pasien) mengalami demam, semalam Abang saya kabari bahwa dia mengalami demam. Saya langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisinya," kata Fahrurazi. 

Pasien diketahui sudah beberapa hari berada di RSUDZA Banda Aceh untuk mendampingi istrinya yang menjalani operasi pasca melahirkan. 

"Jadi pasien sudah tiga hari demam, semalam itu kondisinya sudah lemas dan demam tinggi. Langsung saya konsultasi dengan perawat di ruangan Arafah dan saya pinjamkan kursi roda untuk membawanya ke UGD," ujarnya. 

Sesampai di UGD, tidak seorang pun dokter yang menangani atau menanyakan keluhan yang dialami oleh pasien. 

"Tidak ada yang tangani, saya tanya ke dokter, malah dibilang lagi sibuk mengurusi pasien lain. Saya sempat menunggu, tapi saya tanya lagi dibilang sedang mengurus kamar pasien lain." 

"Kondisi abang saya sudah semakin menggigil, sehingga kakinya dinaikan ke atas meja, karena tidak tahan dingin di lantai. Itu benar. Pasien diselimuti dengan kain karena tidak tahan lagi. Akhirnya abang saya pada saat itu terjatuh dari kursi roda ke lantai," ungkapnya. 

Saat jatuh, sambung Fahrurazi, para dokter hanya melihat biasa saja. Padahal di dalam ruangan UGD itu ramai, ada beberapa petugas dari dokter hingga perawat. Dia juga sempat emosi dengan menggebrak meja. 

"Kemudian saat jatuh, ada yang menolong saya juga ikut menaikan abang saya ke atas tempat tidur. Baru setelah itu langsung ditangani," katanya. 

Baginya, pelayanan di RSUDZA Banda Aceh cukup buruk. Padahal, setiap pasien, setiap warga berhak mendapat pelayanan yang baik. 

"Paling tidak ditanya apa keluhannya. Percuma rumah sakit ini mendapat akreditasi terbaik, mendapat peringkat lima, tapi pelayanannya masih buruk. Ini kerap terjadi, bagaimana kalau masyarakat awam lainya yang juga mengalami hal serupa," ujarnya kesal. 

Sementara itu, pihak RSUDZA Banda Aceh melalui Humasnya, Rahmadi membantah bahwa tidak semua kejadian yang disampaikan keluarga pasien itu benar. 

"Tidak semuanya benar," tegas Rahmadi. 

Menurutnya, tidak ada penelantaran pasien di UGD, hanya saja kondisi di ruangan UGD dini hari tadi memang cukup sibuk karena banyaknya pasien lain yang butuh penanganan cepat. 

"Dokter jaga sempat memeriksa pasien tersebut sehingga diputuskan prioritas 3 (hijau). Sehingga dokter jaga harus menangani pasien lain yang gawat darurat," ungkap Rahmadi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00