• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kejari Sumedang Lakukan Penyelidikan Dugaan Korupsi Terkait Pengadaan Alat Kesenian

10 December
10:30 2018
3 Votes (4.7)

KBRN, Sumedang : Meski tidak terlalu signifikan jumlah perkara Korupsi di Kabupaten Sumedang namun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang terus berupaya seoptimal mungkin dalam menekan dan mencegah angka korupsi.

Demikian disampaikan Kepala Kejari Sumedang Riski Fahrudi SH, MH, kepada RRI seusai Upacara Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di halaman kantor Kejari Sumedang, Senin (10/12/2018).

"Salahsatu upaya Kejari Sumedang yang gencar dilakukan dalam menekan dan mencegah praktik korupsi yakni, melalui program Tim Pengawal Pengaman Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) sebagaimana yang telah digariskan oleh Jaksa Agung dan telah di canangkan program TP4D itu," ujarnya.

Namun demikian, Riski memaparkan, terdapat beberapa perkara kasus dugaan korupsi yang saat ini tengah menjalani sejumlah proses diantaranya, satu kasus sedang dalam proses persidangan terkait dengan revitalisasi pasar wado, satu perkara sudah selesai tahap penyidikan dan telah dilimpahkan ke penuntutan serta satu kasus lagi dalam tahap penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam Pengadaan Alat Kesenian di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kab. Sumedang tahun anggaran 2015-2016.

"Meski baru menjabat Kepala Kejari Sumedang baru sebulan, dengan adanya sejumlah perkara yang tengah ditanganinya ini, Kejari Sumedang sudah menyelamatkan kerugian uang negara lebih dari Rp 1 miliar," ucapnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus Kejari Sumedang, Lucky Maulana Adya Ratman SH. MH, membenarkan adanya dugaan korupsi di Disbudparpora Kab. Sumedang terkait pengadaan alat kesenian tahun anggaran 2015-2016 lalu.

"Sebanyak 40 orang lebih telah dimintai keterangan terkait pengadaan alat kesenian ini yakni, dari pihak penyelenggara, rekanan maupun penerima manfaat," ujarnya.

Lucky mengakui, perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesenian masih tahap penyelidikan sehingga, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakan akan menyeret pejabat Pemkab atau tidak.

"Kami belum bisa menyampaikan apakah memenuhi unsur tindak pidana korupsi atau tidak sebab, masih dalam Pengumpulan Data (Puldata) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket)," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00