• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Bulan November 2018, Inflasi Kota Tarakan melonjak Tajam.

7 December
00:00 2018
1 Votes (5)

KBRN, Tarakan : November 2018, Inflasi Kota Tarakan meroket tajam sebesar 0,76 persen dengan IHK (Indeks Harga Konsumen) sebesar 145,08. Sehingga tingkat inflasi tahun kalender Kota Tarakan sebesar 3,35 persen saat ini, atau tipis 0,15 persen dibawah target nasional.

Kepala Seksi Statistik dan Distribusi di Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan, YANUAR DWI CHRISTIAWAN menuturkan, andil penyumbang terbesar inflasi pada November 2018 adalah ikan bandeng dengan 0,226 persen, angkutan udara sebesar 0,201 persen, bahan bakar ruta dengan 0,070 persen dan biaya tukang atau kuli bangunan sebesar 0,049 persen.

“Target inflasi BI (Bank Indonesia) Bulan lalu adalah 0,3 Persen tapi melesat menjadi 0,76 persen.Khususnya Ikan Bandeng melonjak Tajam di Bulan November,lalu tarif angkutan udara mulai menanjak naik terutama penerbangan langsung atau Direct flight” Ujar Yanuar kepada RRI (6/12/2018)

Ia memperkirakan harga-harga masih akan naik sepanjang bulan Desember 2018. Terutama harga angkutan udara dan barang komoditas jelang natal dan tahun baru. Bagi pemerintah daerah, akan cukup sulit untuk mengendalikan harga angkutan udara. Kecuali dengan adanya aturan dari Kementerian Perhubungan untuk mengendalikan harga tiket.

“Feeling saya (desember 2018) inflasinya naik. Kalau inflasi tinggi, yang pasti kena dampaknya adalah masyarakat miskin dan rentan miskin” ujarnya

Diharapkan Dinas perdagangan/ Bulog dan Pemerintah Kota Tarakan akan terus berupaya mengendalikan harga-harga di bulan Desember 2018.

Dimana komoditas yang berpotensi naik adalah ikan dengan tingkat konsumsi tinggi menjelang tahun baru. Menurut Yanuar, Idealnya Inflasi Tarakan Jangan lebih dari 4,5 persen. Namun jika inflasi Desember 2018 sama dengan Desember tahun lalu, maka inflasi Tarakan diperkirakan bisa mencapai 4,25 persen. "Target nasional kan plus minus 1 persen dari 3,5 persen. Kalau nanti inflasi Tarakan lebih dari 3,5 persen diharapkan jangan sampai lebih dari 4,5 persen” Pungkas Yanuar. (RV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00