• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Mencegah Stunting dengan Pemenuhan Asupan Gizi

7 December
21:23 2018
0 Votes (0)

KBRN, Takengon: Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia LPP RRI Takengon Novianti Teguh Prasatya Umar mengajak kaum perempuan untuk lebih memperhatikan asupan gizi bagi anaknya yang masih dalam kandungan maupun sudah balita.

Ajakan untuk memperhatikan asupan gizi bagi ibu hamil bukan tanpa alasan. Menurutnya angka stunting atau gagal pertumbuhan akibat kurang gizi di berbagai daerah termasuk Takengon cukup tinggi.

Untuk itu, perlu sosialisasi kepada masyarakat untuk senantiasa memenuhi kebutuhan gizi dan kualitas makanan mencegah kasus stunting meluas.

Hal itu disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia LPP RRI Takengon Novianti Teguh, disela acara hari ulang tahun dharma wanita persatuan ke 19, di kantor RRI Takengon, Jalan Lembaga Kemili, Aceh Tengah.

“Lebih memperhatikan gizi anak semenjak dalam kandungan gitu, memperhatikan gizi anak agar tumbuh kembang anak itu bisa optimal, ketika dia lahir, dalam kandungan baik, jadi ketika lahir pertumbuhannya bisa normal,”ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia LPP RRI Takengon Novianti Teguh, Jumat (7/12/2018)

Sebelumnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Bardan Sahidi mengungkapkan untuk Aceh terdapat dua Kabuapten kasus stunting, yaitu Aceh Tenga dan Kabupaten Pidie.

Khusus untuk Kabupaten Aceh Tengah ada 10 desa positif stunting, tersebar di sejumlah Kecamatan, diantaranya Ketol, Kecamatan Celala, Linge, Pegasing, Kute Panang, dan Rusip Antara.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Tengah Puan Ratna mengakui kasus stunting di daerah penghasil kopi itu tergolong tinggi mencapai 60 persen.

“Ini tugas kita bersama untuk menekannya,” sebut Puan Ratna saat menyalurkan bantuan untuk 11 balita gizi kurang di Kecamatan Luttawar, Jumat (7/12/2018).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00