• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Nasib 511 Honorer K-2 Pemkot Ambon Tunggu Kebijakan Menpan

7 December
19:22 2018
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Nasib 511 honorer kategori dua (K2) di Lingkup Pemerintah Kota Ambon masih terganjal aturan dari pemerintah pusat. Informasi yang menyebutkan seluruh tenaga K2 yang berusia diatas 35 tahun akan diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) masih menunggu keputusan resmi Menpan-RB . 


"Tenaga kesehatan dan pendidikan yang tercatat sebagai honorer K2 banyak yang telah mengabdi selama belasan tahun. Tetapi pemerintah kota tidak memiliki kewenangan untuk mengangkat mereka sebagai PNS," kata Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru kepada RRI, Jumat (7/12/2018) 

Proses pengangkatan honorer K2, kata Sekot menunggu kebijakan nasional. Seperti yang sudah diberitakan, bahwa honorer K2 akan diangkat sebagai P3K, dimana mereka mendapatkan hak-hak yang sama dengan PNS, termasuk pensiun yang dikelola oleh badan penjamin sosial. 

"Kalau memang sudah ada kebijakan dari pusat kami di daerah tinggal melaksanakan. Karena kami tidak mungkin buat kebijakan khusus. Mengenai janji mereka diangkat jadi P3K kami tetap kawal," serunya 

Sejauh ini, upah  honorer K2 dibayar dari masing-masing sekolah dan puskesmas. Pemkot dengan persetujuan  DPRD memberi tambahan  biaya diluar gaji sebesar Rp 250.000 untuk K2. 

Lebih lanjut dijelaskan, honorer K2 diberikan kesempatan untuk menjadi PNS lewat proses seleksi yang baru dilaksanakan baru-baru ini. Hanya saja dari 11 formasi yang diminta, tidak ada satupun yang lolos passing grade. 
Tetapi setelah dirubah sistemnya menjadi perengkingan, tentunya honorer K2 yang mengikuti tes dengan nilai rata-rata memenuhi persyaratan, memiliki peluang untuk lolos PNS. 

"Saya belum cek setelah perengkingan ada berapa yang lolos. Tapi pastinya formasi yang diminta harus terisi," ujarnya

Ia berharap ratusan honorer K2 yang bekerja di lingkup Pemkot Ambon tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, karena pemerintah tidak akan menyia-nyiakan pengabdian mereka selama belasan tahun . 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00