• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Awas..! Kencing Sembarangan di Solo Denda Rp50 Juta

7 December
19:14 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah, kini mulai giat dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 

Tidak hanya pembuang sampah di sungai yang dijerat hukuman pidana. Masyarakat yang kencing di sembarang tempat juga akan dikenakan hukuman yang sama. 

Sekretaris Satpol PP Surakarta, Arif Darmawan menjelaskan, Perda tersebut tidak hanya mengatur pembuang sampah di sungai, namun juga menyasar masyarakat yang membuang limbah biologis di sembarang tempat, baik kencing maupun buang air besar. 

"Ada masukan dari masyarakat untuk itu, secara  etika kan juga kurang bagus di pinggir jalan langsung begitu (kencing,-red). Yang jelas itu sudah diatur bahwa itu ada pelanggaran dan sanksinya juga. Ini menjadi target kita dalam penegakkan perda," jelasnya, Jumat (7/11/2012).

Menurut Arif, angkah ini ditegakkan selain banyaknya keluhan masyarakat, juga upaya menyukseskan program kota Solo bebas buang air (kencing) sembarangan (Open Defection Free). Arif menyebut penindakan buang air sembarangan akan dilakukan secara bertahap. 

"Belum lama ini petugas menangkap warga tengah buang air sembarangan, namun sebatas diperingatkan sebagai bentuk sosialisasi. Tapi ke depan bisa ditipiring (tindak pidana ringan)," ujarnya. 

Arif Darmawan menjelaskan, tak hanya kencing sembarangan, aparat penegak perda juga akan menyasar masyarakat yang membuang sampah dari kendaraan yang ditumpangi. Perda Pengelolaan Sampah, memang sudah dibuat secara komprehensif. Aturan soal membuang sampah tidak pada tempatnya juga dibuat untuk seluruh kasus. 

"Misalnya membuang sampah di tempat umum, di lingkungan rumah dan beberapa lokasi lain," terangnya

Arif menegaskan, pelaku pembuangan sampah dipastikan mendapat hukuman yang sama. Yakni kurungan paling lama tiga bulan dan/atau denda maksimal Rp50 juta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00