• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

6 Pelaku Sindikat Pencurian Mobil Lintas Negara Ditangkap Resmob Polres Tegal

7 December
17:18 2018
0 Votes (0)

KBRN, Slawi : Enam pelaku spesialis pencurian mobil diringkus Tim Resmob Polres Tegal. Keenam pelaku merupakan sindikat antar kabupaten yakni dari Kabupaten Brebes, Tegal, Blora dan Pekalongan.

Dalam melakukan aksinya, masing-masing memiliki peran berbeda, seperti Achmad Farichi alias Diaz, 36 tahun warga asal Desa Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Tegal sebagai pemetik atau pencuri kendaraan.

Pelaku lainnya menjadi penadah dengan asal domisili yang berbeda. Mereka di antaranya Munari, 34 tahun, Yudhi Sulistiyono, 40 tahun, Wasdam, 46 tahun, Makhrus, dan Karno.

Kendaraan yang diincar di antaranya unit mobil Merk Mitshubishi Grand Max dan kendaraan sedan pribadi.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, jumlah total Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada 17 lokasi.

"17 TKP di Kabupaten Tegal dari kurun waktu 2016 sampai dengan 2018," ungkapnya.

Dalam melakukan aksinya, Diaz dibantu oleh satu rekannya AU atau Kajine yang masih buron. Keduanya menggunakan kunci T membuka menggunakan soket yang sudah dipersiapkan dari rumah.

"Soket tersebut digunakan untuk menyalakan kendaraan," katanya saat Rilis Kasus di Mapolres Tegal, Jumat (7/12/2018 ) pagi.

Setelah berhasil menggondol kendaraan, dijual ke penadah yang ada di Kabupaten Pekalongan. Ada lima kendaraan pick up yang berhasil dicuri di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Untuk kendaraan hasil curian merk Mitsubishi pick up mereka jual tiap unitnya berkisar antara Rp12 juta - Rp16 juta. Sedangkan untuk mobil sedan Vios dijual Rp22 juta.

Kapolres AKBP Dwi Agus Prianto  mengungkapkan, dalam melakukan aksinya sindikat tersebut menjual kendaraan ke Kabupaten Pekalongan, Blora, dan bahkan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan Timor Leste.

"Dari setiap kendaraan dari Kabupaten dan Kota Tegal, dilempar ke Blora. Dari Blora dilempar ke Surabaya ke NTT terus ke Timor Leste," bebernya.

Pihak kepolisian menduga ada sindikat lagi di Timor Leste. Pasalnya, saat di sana para pelaku merubah surat dan fisik kendaraan.

"Di Timor Leste ada dugaan diterbitkan dokumen-dokumen baru. Tentunya harga jual lebih tinggi dibandingkan di Indonesia," ujarnya.

Dari para pelaku, lanjut Kapolres, barang bukti yang berhasil disita yakni dua unit mobil pick up dan satu unit Toyota sedan Vios. Satu unit motor merk Honda Vario, tiga buah kunci leter T, 1 bor cordless dan beberapa bagian kendaraan yang telah dipreteli untuk dikanibalkan.

Para pelaku akan dikenakan Pasal 363 KUHP junto Pasal 65 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00