• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Festival Maja akan Angkat Budaya Lokal

6 December
21:54 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : PT Bintang Energi Lestari sebagai salah satu perusahaan pengembang (developer) perumahan, menginisiasi penyelenggaraan acara Festival Maja dalam rangka ikut menyemarakan hari jadi Kabupaten Lebak yang ke-190. Festival Maja yang diadakan pada 8-9 Desember 2018 itu mengambil tempat di lokasi proyek perumahan Bintang Maja Lestari.

Direktur Utama PT Bintang Energi Lestari, Ishak mengatakan Festival Maja diadakan sebagai salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap budaya masyarakat lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan jaman yang telah terjadi di daerahnya, dan membangun kesadaran masyarakat Maja khususnya kehadiran pengembang sebagai mitra mereka dalam mengembangkan tata kehidupan wilayah. 

“Kami adakan kegiatan ini sebagai upaya untuk melestarikan dan menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya asli Lebak, Banten sehingga semakin banyak masyarakat memperhatikan daerah,” kata Ishak dalam jumpa pes di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Selain itu lanjut Ishak, Festival Maja juga diadakan dalam rangka memperkenalkan dan membentuk identitas Kota Maja untuk menumbuhkan kepedulian investor dan publik terutama perusahaan pengembang yang berada di Kecamatan Maja. Serta pula untuk menciptakan keharmonisan dan meningkatkan kesejahteraan antara perusahaan pengembang dengan masyarakat lokal.

“Terakhir untuk membangun kreatififas dan kebersamaan para pemuda di Kecamatan Maja agar tercipta sinergi yang positif antara kami dengan masyarakat Maja. Sehingga banyak kesempatan untuk berkolaborasi membuat sesuatu yang menarik,” katanya.

Festival Maja akan diadakan selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertema panitia akan mengadakan acara bertemakan budaya daerah yang menghadirkan para pemuka Lebak. Juga akan dilakukan peletakan baru pertama pembangunan Masjid Raya Maja di lokasi yang sama. Kemudian digelar panggung boneka, ceramah, dan lomba kaligrafi tingkat sekolah dasar.

Sedangkan pada hari kedua, panitia akan menyelenggarakan acara bertemakan olahraga, yaitu Mandala Yudha Fun Run 6.5K yang diadakan bekerja sama dengan Batalyon Mandala Yudha. Lomba tersebut akan memperebutkan total hadiah Rp 100 juta. Acara berikutnya akan diadakan senam ceria dan penampilan spesial dari Ikke Nurjanah dan artis-artis lainnya.

“Acara juga akan diisi dengan berbagai macam acara dan bazaar budaya, seni, musik, tarian, kuliner, dan workshop di antaranya seni membatik, kerajinan Baduy, mengolah batu Kalimaya dan kayu fosil. Pada kesempatan itu, kami akan bekerja sama dengan Taman Buah Mekarsari untuk memberikan program tentang tanaman dan buah untuk dewasa maupun anak-anak,” papar Direktur PT Bintang Energi Lestari, Allysha.

PT Bintang Energi Lestari akan membangun Perumahan Bintang Maja Lestari dengan total area seluas 1.500 hektar di Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Lebak, Banten. Kawasan ini akan dibangun dengan nuansa arsitektur Islam modern. Rumah tapak akan dibangun di atas tanah seluas 266 hektar. Tahap pertama sedang dibangun 2025 unit rumah untuk cluster Manggis dan Rambutan.

Komisaris PT Bintang Energi Lestari, Sugiharto menjelaskan pembangunan Perumahan Bintang Maja Lestari sebagai bagian dari realisasi program 1 juta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi. Dalam RPJMN 2015-2019 menyebutkan PT Bintang Energi Lestari akan membangun suatu kawasan pemukiman di lokasi prioritas Kota Baru Terpadu Maja.

“Setiap tahun generasi muda butuh rumah untuk tempat tinggal, kalau gak dibangun akan kesulitan apalagi nanti akan ada bonus demografi yang berarti kebutuhan akan tempat tinggal sudah menjadi sebuah keharusan,” ujar Sugiharto yang juga mantan Menteri BUMN itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi menyambut baik pembangunan Perumahan Bintang Maja Lestari. Namun dia berharap kehadiran komplek mewah ini bisa membuka ruang interaksi antara warga penghuni perumahan dengan penduduk sekitar sehingga terjalin sebuah komunitas bersama.

“Biasanya kalau sebuah komplek perumahan hanya tempat rehat saja, tidak ada ruanv sosialisasi antara sesama. Padahal kalau komunitas itu dibangun dengan saling bergandengan tangan dengan pemda dalam konteks interaksi kesenian dan budaya itu akan lebih baik,” ungkap Wawan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00