• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Baru Ditempati, Pasar Induk Bondowoso Mulai Rusak

6 December
20:37 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bondowoso: Diresmikan pada 6 Agustus 2018 oleh Amin Said Husni di akhir masa jabatannya, ternyata Pasar Induk yang berada di Pusat Kota Bondowoso, Jawa Timur, ini sudah banyak yang mengalami kerusakan.

Hal ini dikeluhkan ratusan pedagang, khususnya yang menempati los di lantai dua. Mereka mengeluhkan atap yang bocor saat turun hujan, juga tidak adanya pembuangan air hingga menyebabkan lantai becek dan bau.

"Ini sudah memasuki musim hujan, kemarin saat hujan, air menggenang dan barang dagangan banyak yang rusak, termasuk punya saya," kata Ibu Aan, pedagang pracangan saat dikonfirmasi RRI, Kamis (6/11/2018).

Ibu Aan mengaku, sejak awal menempati los yang baru, kerusakan atap sudah mulai terlihat. Saat hujan deras, air masuk melalui sela-sela atap yang rusak dan menggenang ke kios dan los. Belum lagi cipratan air dari sisi gedung yang menambah genangan air semakin tinggi.

Hal yang sama diungkapkan oleh Pak Nirun, yang juga seorang pedagang pracangan. Ia kecewa dengan pemerintah daerah yang membangun pasar asal-asalah, padahal anggaran yang digunakan sangat besar, mencapai Rp48,9 Miliar.

"Belum setahun ditempati sudah banyak yang rusak. Atap bocor, tidak ada pembuangan air, padahal pasar yang dulu ada pembuangan airnya. Ini pasar model apa?" keluhnya.

Saat hujan turun, dirinya bersama dengan pedagang lainnya sibuk memindahkan barang dagangan agar tidak terkena air hujan yang masuk dari celah atap yang bocor.

Dagangan Pak Nirun, rata-rata tidak bisa terkena air karena akan mudah busuk, antara lain, bawang merah, bawang putih, beberapa karung penyedap rasa yang tersusun di lantai, dan jenis dagangan lainnya. 

"Yang saya hawatirkan kalo hujannya turun malam hari, kan bisa rugi saya ini," katanya dengan nada kesal.

Ibu Aan maupun Pak Nirun dan ratusan pedagang di Pasar Induk Bondowoso, berharap, pemerintah yang baru di bawah kepemimpinan KH Salwa Arifin, mendengarkan keluh kesah mereka dan segera memperbaiki kerusakan Pasar Induk. 

"Semoga segera diperbaiki, dan kami bisa berjualan dengan nyaman tanpa gangguan dan rasa hawatir," kata mereka berharap.

Pantauan RRI, Pasar Induk Bondowoso memiliki 625 kios dan 275 los, dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan pasar. 

Namun ternyata, fasilitas itu belum memadai, seperti tidak adanya pembuangan air khususnya di lantai atas. Sehingga penjual daging ayam dan sapi serta pedagang pracangan, membuang air cuciannya di sudut-sudut pasar yang menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, ratusan los banyak yang tidak ditempati dengan alasan tidak representatif. Sampah-sampah terlihat menumpuk dan membusuk di tempat los yang tidak ditempati itu. 

Padahal, pasar induk yang merupakan pusat transaksi ini dicanangkan sebagai pasar edukasi dan percontohan oleh pemerintah sebelumnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan setempat, Suhartono mengaku sudah melaporkan kerusakan pasar kepada Dinas PUPR, sebagai penanggung jawab pembangunan pasar induk.

"Kita sudah berulang kali melaporkan kerusakan itu kepada PUPR, dan selalu dijawab akan segera diperbaiki, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki," kata Suhartono.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00