• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sudut Istana

Wapres RI : Indonesia Tertinggal Satu Generasi dengan Jepang

6 December
19:35 2018
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Wakil Presiden, Jusuf Kalla meminta Indonesia ke depan  tidak lagi menggunakan tenaga dari luar negeri untuk pembangunan sejumlah infrastruktur di tanah air.

Indonesia harus belajar dengan negara lain seperti Jepang yang satu generasi lebih maju dibanding Indonesia.

Jusuf Kalla dalam sambutannya saat membuka Kongres Persatuan Insinyur Indonesia - PII ke XXI pada salah satu hotel di Padang mengatakan, banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan, tanpa ditunjang SDM yang handal dan mumpuni, mustahil Indonesia bisa maju seperti negara lain.

''Negara di Asia yang hingga kini masih  selalu berbicara bahkan  berdebat tentang pangan hanya Indonesia dan Filipina,'' ungkap Yusuf Kalla, Kamis, (6/12/2018).

Sementara setiap tahunnya perguruan tinggi di Indonesia menghasilkan lulusan terbaik, para insinyur yang diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat, mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain.

Dengan tenaga yang sudah ada, Indonesia tidak mesti mengandalkan tenaga dari luar untuk membangun bandara dan infrastruktur lainnya.  

Apalagi di era industri sekarang ini, persaingan sudah semakin ketat, sebagaimana disampaikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto.  

Persaingan dunia industri yang makin ketat mengarahkan dunia pendidikan, terutama SMK agar membekali siswa-siswinya dengan keterampilan yang bisa diandalkan sebagai modal menekuni dunia kerja.

''Idealnya, lulus dari bangku sekolah, siswa-siswi sudah memiliki kemampuan pratek lapangan 70 persen dan teori 30 persen,'' paparnya.

Dari sekian banyak SMK yang bersaing saat ini, Airlangga mencontohkan salah satunya yang memenuhi kriteria dunia industri,  Sekolah Menengah Teknologi Industri – SMTI.

Harus diupayakan, bagaimana pergerakan industri ke depannya didukung SDM yang kompeten dan memenuhi kriteria dunia kerja.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00