• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Januari Hingga November 2018, Penderita DBD di Desa Kolor Sumenep Meningkat Siginifikan

6 December
07:56 2018
1 Votes (5)

KBRN, Sumenep : Jumlah penderita Demam Berdarah (DB) di desa Kolor Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan yang signifikan.

Sejak Januari hingga November 2018, tercatat sebanyak 21 pasien menderita DBD yang dirawat di Puskesmas Pandian.

Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya sebanyak 13 orang.

Kepala Puskesmas Pandian Ahmad Syamsuri mengatakan, langkah awal yang dilakukan jika ada warga yang menderita DBD didesa tersebut, yakni dengan melakukan fogging atau pengasapan ke rumah penderita, dan hal itu telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan beserta tim dari Puskesmas Pandian.

Namun, sebagai antisipasi untuk menekan jumlah penderita DBD, tim puskesmas juga rutin melakukan penyuluhan, memberikan abate di masing – masing rumah, dan memaksimalkan kader jumantik yang ada di masing – masing desa karena wilayah Kolor memiliki kader Jumantik terbanyak.

Selain memanfaatkan potensi kader yang ada diwilayahnya, pihaknya juga mengirimkan surat kepada kepala desa agar  membantu memberikan penyuluhan kepada warga di masing – masing desa.

“Hingga Januari hingga November, jumlah penderita DBD di desa Kolor Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Namun untuk meminimalisir jumlah itu, kami telah melakukan beberapa langkah dan penanganan, salah satu yang terbaru adalah house to house,” terang Ahmad Syamsuri Kepala Puskesmas Pandian Kabupaten Sumenep, Kamis (6/12/2018).

Ditambahkan Ahmad Syamsuri, program terbaru yang dilakukan puskesmas pandian untuk menekan jumlah penderita DB adalah House to House atau mengunjungi rumah ke rumah.

House to House dilakukan oleh tim Puskesmas Pandian  bersama tim survey kesehatan Keluarga untuk memberikan penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD), sebagai upaya memaksimalkan 3 M (Menguras, mengurur dan menutup).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00