• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Danau Toba Perlu Berbenah di Bidang Pelayanan

5 December
22:57 2018
1 Votes (4)

KBRN, Dairi: Pemerintah kabupaten sekawasan Danau Toba beserta stakeholder terkait diajak bergandeng tangan dan berbenah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Toba, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Salah satunya dengan berbenah di bidang pelayanan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam pidatonya yang dibacakan Sekretaris Daerah Sumatera Utara, Sabrina, dalam pembukaan Festival Danau Toba (FDT) 2018 di Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Rabu (5/12/2018).

Pembenahan tersebut menurut gubernur harus dilakukan bersama-sama demi tercapainya target 1 juta kunjungan wisman ke Danau Toba pada 2019.

"Bagaimana kita mengkreasikan budaya, kuliner, keramahtamahan untuk bisa mencapai target-target tersebut. Karena pencapaian target itu untuo peningkatan perekonomian daerah," katanya.

Oleh karena itu, Gubernur Sumut mengajak seluruh stakeholder terkait untuk terus bergandeng tangan bersama-sama menyatukan program dan grand design membagun Danau Toba.

Gubernur mengungkapkan, dukungan demi dukungan terus diberikan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota se-kawasan Danau Toba untuk mengenalkan Danau Toba. Salah satunya dengan pembenahan infrastruktur. Misalnya Bandara Silangit yang sudah menjadi Bandara internaisonal dan kini sudah ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Danau Toba. Namun menurut gubernur, hal itu saja tidak cukup menarik minat wisatawan ke Danau Toba tanpa pembenahan di sektor lain, terutama pelayanan.

"Jangan hanya berbenah di infrastruktur saja tapi juga di bidang pelayanan. Bagaimana supaya para turis baik mancanegara maupun wisatawan nusantara itu betah berlama-lama di tempat kita. Kalau alamnya saya yakin mereka ingin berlama-lama di sini. Tapi bagaimana nanti kita memanage industri pariwisata kita sehingga dolar, yen, ringgit, riyal, bisa berjatuhan di daerah kita ini. Ini harapan kita supaya kita semua berbenah bersama-sama," tegasnya.

Dikatakan gubernur, FDT merupakan satu tonggak untuk mempromosikan Danau Toba dan untuk melihat sejauh mana kita mampu melestarikan alam maupun budaya di Danau Toba, termasuk menjalankan manajemen pariwisata di kawasan tersebut, sehingga pihak luar, tidak saja dari luar negeri tapi juga provinsi lain di luar Sumut juga merasa tertarik untuk datang ke Danau Toba.

Namun gubernur juga mengingatkan agar di dalam pembangunan pariwisata juga harus berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan, termasuk memperhatikan kebersiahan lingkungan.

"Kita berharap dapam meningkatkan pariwisata Danau Toba juga memperhatikan lingkungan supaya pengembangan ekonomi melalui pariwisata dapat berkelanjtan dari tahun ke tahun," tegasnya.

Sementara mewakili Menteri Pariwisata, Koordinator Tim Percepatan Event Kemenpar, Raseno Ari berharap FDT 2018 di Dairi dapat menarik wisatawan mengingat beragamnya kegiatan yang ditawarkan. Terlebih lagi ia melihat banyaknya perubahan di Kabupaten Dairi terutama infrastruktur jalan yang cukup baik dari Kota Medan, dan budaya Dairi yang luar biasa, ia yakin akan banyak wisatawan datang ke Dairi khususnya ke FDT 2018 yang digelar mulai 5-8 Desember 2018.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00