• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ini Penjelasan PT Istaka Karya Pasca Kejadian di Nduga Papua

5 December
14:30 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : SekretarisPerusahaan PT. Istaka Karya Yudi Kristanto mengkonfirmasi bahwa PT. Istaka Karya mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP) jika karyawannya bekerja di wilayah rawan kriminalitas.

SOP tersebut yaitu mitigasi risiko, mitigasi risiko artinya dimana PT Istaka Karya harus melakukan koordinasi dengan aparat jika karyawannya bekerja di wilayah rawan kriminal dan mempunyai risiko tinggi.

Ya kalau risikonya tinggi kita akan berkoordinasi dengan aparat, artinya kita harus mencari rekomendasi bahwa kita bisa atau tidak melaksanakan pekerjaan di wilayah tersebut. Kita minta persetujuan dan pengawalan dari aparat,” jelasnya kepada RRI, Rabu (5/12/2018).

Namun diakuinya pada saat memulai  pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, mereka belum melakukan koordinasi tersebut kepada aparat. Ia menyampaikan bahwa kejadian penembakan terhadap karyawannya memang musibah karena penyerangan dilakukan secara tiba-tiba.

Memang kami belum koordinasi masalah itu, tetapi namanya musibah, mereka melakukan penyerangan secara tiba-tiba tanpa diduga,” tuturnya.

Menurutnya sampai saat ini belum diketahui identitas karyawan yang telah menjadi korban. Saat ini PT Istaka Karya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak aparat keamanan.

“Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait, kita serahkan kepada keamanan yang saat ini menangani korban,” imbuhnya.

Yudi memastikan bahwa karyawannya yang bertugas untuk pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga, Papua tersebut berjumlah 28 orang. 28 orang pekerja tersebut merupakan pekerja lapangan dan bertanggung jawab atas pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak.

Sebelumnya, sebanyak 31 karyawan PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua dikabarkan meninggal dunia. Para korban diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi dari Jayapura membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai pembunuhan para pekerja proyek jembatan di Nduga.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00