• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

BKSDA Maluku-Maluku Utara Lepas 54 Ekor Burung Dilindungi ke Habitatnya

4 December
22:25 2018
0 Votes (0)

KBRN, Ternate : Pelepasan Burung Endemik Maluku Utara, Selasa (4/12/2018) dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku dan BKSDA Wilayah I Maluku Utara dipusatkan di Hutan Lindung Bukti Tanah Putih Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara.

Burung Endemik yang dilindungi Undang-Undang itu merupakan hasil siataan di Halmahera Utara juga Patroli BKSDA Maluku Utara serta penyerahan dari masyarakat selama tahun 2018, yang terdiri dari 24 ekor Kakatua Putih (Cacatua Alba), 10 ekor Nuri Bayan (Eclectus Roratus), 15 ekor Kasturi Ternate (Lorius Garrulus) dan 6 ekor Nuri Kalung Ungu (Eos Squamata).

Kepala Balai KSDA Maluku Mukhtar Amin Ahmadi didampingi Kepala Balai KSDA Wilayah I Maluku Utara Abas Hurasan usai Rakor kepada RRI mengatakan, masyarakat hendaknya tidak melakukan perburuan burung endemik yang dilindungi seperti burung paru bengkok. Selain itu dilarang untuk memelihara dan memiliki baik dalam keadaan mati maupun hidup juga memperdagangkan.

”Siapapun hendaknya tidak melanggar aturan dengan berburu, memiliki dalam keadaaan mati dan hidup serta memperdagangkan burung endemik yang dilindungi Undang-Undang,” Ungkap Mukhtar Amin Ahmandi, Selasa (4/12/2018).

Jika ada yang mengetahui, mendengar, melihat ada orang yang sedang berburu atau melakukan penangkap semua fatwa liar terutama burung Paru Bengkok hendaknya dapat melaporkan kepada petugas BKSDA terdekat atau kepada aparat Kepolisian terdekat. Sedangkan kepada masyarakat yang masih memelihara burung endemik yang dilindungi Undang-Undang agar segera menyerahkan kepada petugas BKSDA untuk dilepasliarkan.

”Lebih baik kita melepas liarkan burung dari pada dikurang di dalam sangkar meskipun kita memberi makannya buah apel dan anggur minumnya susu dan madu burung tersebut akan lebih nyaman hidup di habitatnya,” Ujar Mukhsin Amin Ahmadi.

Untuk mengatasi peredaran dan perdagangan satwa liar endemik petugas BKSDA Maluku maupun BKSDA Wilayah I Maluku Utara setiap saat terus melakukan pemantauan dan pengawasan termasuk patroli di kawasan hutan termasuk peredarannya di Pelabuhan maupun Bandara serta tempat pengumpulan satwa lainnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00