• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Mengawal Demokrasi di Negeri Para Raja

26 November
13:24 2018
1 Votes (5)

KBRN, Raja Ampat : Hajatan Pemilihan Umum 5 tahunan yang akan diselenggarakaan ditahun 2019 mendatang, menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya KPU, Bawaslu atau Pemerinta namun semua warga negara yang memiliki hak pilih pun turut diberi tanggung jawab menyukseskannya.

Untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan warga didaerah kepulauan Raja Ampat dan sudahkah informasi Pemilu 2019 diterima, kami menemui Leo Wanma, warga Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat. Diakuinya, tidak banyak menerima informasi dari penyelenggara, namun dirinya justru mendapatkan informasi dari media, seperti RRI, dimana dari Radio, Leo mengaku menerima banyak informasi penting soal Pemilu 2019, kendati demikian sebagai warga negara, dirinya akan mendukung pelaksanaan pemilu 2019.

"Tahulah, kan setiap 5 tahun kita selenggarakan Pemilu, tapi banyak informasi yang kami terima dari media, seperti RRI, untuk sosialisasi dari KPU, Bawaslu tidak banyak sosialisasi yang diterima, kedepan diharapkan dari KPU, Bawaslu bisa turun sosialisasi supaya masyarakat paham tentang Pemilu 2019, karena pasti tiap tahunnya ada yang berubah" kata Leo Wanma.

Sosialisasi juga telah dilaksanakan oleh KPUD maupun Bawaslu Kabupaten Raja Ampat, sebagai warga negara yang baik kata Fery, warga Waigeo Kepulauan mengingatkan agar tidak golput, kendati dirinya belum menentukan siapa pilihannya namun akan tetap mendatangi TPS saat pemilu nanti.

"Kalau disana itu pernah sosialisasi, membahas soal sukses tidaknya pemilu, daftar pemilih tetap juga dibahas, intinya suksesnya pemilu agar diatur baik antara panwas dan KPU, diharapkan pemerintah kampung turut berperan agar tidak ada hambatan saat pemilu 2019 nanti" ujar Fery.

Berbeda dari Leo Wanma dan Fery, Mama Caya, warga Waisai mengaku tidak terlalu ambil pusing soal Pemilu, kendati dirinya banyak tahu soal pemilu, namun Mama Caya mengaku sedikit kecewa lantaran banyak politisi yang hanya memanfaatkan warga untuk mendulang suara, dan setelah dilantik menjadi anggota legislatif, janji yang disampaikan tidak direalisasi.

"Pemilu itu pemilihan, Presiden, Dewan maksudnya begitu to? dulu sudah pernah ikut jadi tahunya pasti akan ikut pemilu, saya tidak pernah chek, karena malu-malu, tapi yang jelas pasti coblos ya pasti coblos, kecewa dengan sebelumnya, pas butuh saat pemilu kita diajak, dikejar-kejar, tapi setelah terpilih mereka lupa" curhat Mama Caya, yang mengaku akan tetap mendatangi TPS jika namanya masih tercantum didalam DPT Pemilu 2019.

Faktor keamanan juga menjadi penyumbang penting terhadap suksesnya Pemilu 2019 mendatang, Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto menjelaskan berbagai persiapan telah dilakukan pihak kepolisian jauh-jauh hari yang tertuang dalam Rencana Pengamanan atau Renpam Operasi mantap Brata, tidak hanya itu, koordinasi dengan KPUD dan Bawaslu pun dilakukan secara intensif.

"Jadi kita jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pemilu, kita sudah membuat rencana pengamanan (Renpam) dalam operasi mantap brata, dengan berkoordinasi dengan KPUD, terkait tempat-tempat yang dipergunakan untuk kegiatan, baik tempat penyimpanan logistic, tempat sidang, bahkan hingga TPS itu kita telah kita siapkan" kata AKBP Edy Setyanto.

Kapolres menambahkan pengamanan dilakukan dengan menyiapkan peralatan, personil, dan simulasi kemungkinan terburuk saat pemilu maupun setelahnya.

"Alat-alat pengamanan juga telah kita siapkan, kita pun telah melakukan latihan simulasi bahkan untuk kemungkinan terburuk" tambah AKBP Edy Setyanto.

Berkaitan dengan kesiapan penyelenggaraan pemilu 2019, Ketua KPUD Kabupaten Raja Ampat, Steven Eibe menjelaskan dukungan warga dan seluruh pemangku kepentingan sangat berpengaruhh terhadap pelaksanaan suksesnya pemilu 2019, apalagi Raja Ampat dengan geografis kepulauan dan sejumlah kesulitan lainnya akan sangat berpengaruh jalannya Pemilu 2019.

"Kami tetap mengacu kepada PKPU nomor 32, undang-undang  nomor 7 tahun 2017 terkait tahapan, program dan jadwal yang sudah diatur sistematis, kondisi geografis yang berbeda dengan dengan daerah lain, 24 distrik, 117 kampung dan 4 kelurahan, yang tersebar di pulau-pulau, tapi semua staf di tiap tingkatan untuk saling berkoordinasi" ujar Steven Eibe.

Lebih lanjut kata Steven Eibe, koordinasi yang dibangun juga dilakukan melalui media, dimana semua media berperan penting untuk menyukseskannya, termasuk peran RRI sebagai Radio Publik sangat membantu dalam menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat diseluruh pulau yang sulit dijangkau dengan sarana telekomunikasi umum.

"Koordinasi pun dibangun melalui media, seperti RRI yang dapat menjangkau hingga ke kampung-kampung, dan pengawasan atas apa yang dilakukan pun menjadi catatan kami, karena ini sebagai bentuk amanah, tugas dan tanggung jawab kami sebagai penyelenggara, begitupun partisipasi TNI-Polri yang begitu penting untuk mengawal jalannya penyelenggaraan pemilu" tambah Steven Eibe.

Partisipasi dalam menyukseskan Pemilu 2019 datang dari LPP RRI Sorong, dimana melalui jangkauan siaran RRI yang dapat menembus hingga ke pelosok kampung dan kepulauan di Raja Ampat, dikatakan Joko Purnomo, Kepala LPP RRI Sorong, peran strategis RRI yakni dengan menyampaikan pesan melalui berita mapun siaran dialog, sehingga dengan begitu masyarakat akan tercerahkan.

"Sumbangsih kami ya melalui siaran, baik dalam bentuk berita, maupun dialog, kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, karena informasi begitu penting, terutama berkenaan dengan Pemilu, sehingga diharapkan masyarakat mendapat pencerahan, selain itu isi siaran kami secara maksimal untuk mengedukasi masyarakat" kata Joko Purnomo, Senin (26/11/2018) diruan kerjanya.

Lebih lanjut kata Joko Purnomo, RRI melalui kebijakan Direksi, menginstruksikan agar peran RRI pada Pemilu dapat menyampaikan informasi yang berimbang, aktual, faktual, independen, dan netral.

"Yang jelas instruksi Direksi kesetiap Satker agar RRI mempertahankan keberimbangan dalam berita, aktual, faktual, independen, dan netral, hal serupa juga berlaku untuk semua angkasawan-angkasawati" tambah Joko Purnomo.

Sinergi antara media, penyelenggara, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat sangat penting dalam menyukseskan Pemilu 2019, kendati geografis menjadi salah satu faktor kendala, namun tidak menyurutkan semangat penyelenggaraan pemilu didaerah kepulauan Raja Ampat kendati harus menyebrangi luasnya lautan, sebagai kelangsungan kehidupan yang demokratis di Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00